Ini Bedanya Kehilangan Indra Penciuman Akibat Flu dan Covid-19, Perhatikan Kondisi Hidung
Bagaimana membedakan antara anosmia karena terinfeksi Covid-19 dan akibat flu atau pilek? Berikut penjelasannya.
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kehilangan indra penciuman atau anosmia menjadi gejala paling umum saat ini yang dialami oleh pasien positif Covid-19.
Namun sebenarnya kondisi kehilangan indra penciuman juga dirasakan oleh mereka yang menderita flu atau pilek.
Lalu bagaimana membedakan antara anosmia karena terinfeksi Covid-19 dan akibat flu atau pilek? Berikut penjelasannya.
Baca juga: Mau Membuat Kolak Biji Salak untuk Menu Buka Puasa? Nih Simak Tips Bikin Biji Salak Empuk dan Enak
Dikutip dari Kompas.com, sebuah studi baru menunjukkan bahwa anosmia atau kehilangan indra penciuman menjadi gejala paling umum yang dialami oleh pasien virus corona.
Temuan yang dihimpun oleh peneliti di Office for National Statistics (ONS) juga mengindikasikan bahwa anosmia tak hanya terjadi pada pasien bergejala, tetapi juga dialami oleh kelompok asimptomatik.
"Jumlah orang yang dites positif Covid-19 dengan gejala kehilangan rasa atau bau (anosmia) meningkat paling banyak di semua kelompok umur," tulis tim peneliti dalam ringkasan laporannya.
Baca juga: Antisipasi Jadi Klaster Baru Covid-19, Wagub Jabar Cek Kesiapan Pilkada Kabupaten Tasikmalaya
Kehilangan atau berkurangnya fungsi penciuman juga biasa dirasakan saat menderita flu atau pilek.
Bagaimana membedakan kehilangan indra penciuman akibat virus corona dan pilek? Dokter spesialis telinga hidung dan tenggorokan (THT) Rumah Sakit RS Columbia Asia (RSCA) Prof Dr dr Delfitri Munir, Sp.T.H.T.K.L(K) menjelaskan perbedaan keduanya.
Baca juga: KLASTER TARAWIH, 44 Jamaah Positif Covid-19 di Banyumas, Awalnya Jamaah Sakit Nekat Salat di Masjid
Sebab, penularan virus ini melalui percikan (droplet) dan airbone. "Di hidung ini, aliran udara lebih dari 75 persen terarah ke atap hidung.
Di sana ada ujung-ujung saraf penciuman atau saraf penghidu," Kata Delfitri kepada Kompas.com, Selasa (1/12/2020).
"Karena atap hidung kita ini melengkung, maka partikel-partikel yang terbawa akan terbentur dan menyangku di sana," lanjutnya.
Kondisi ini yang membuat saraf penciuman terkena virus corona.
Karena sifat virus merusak sel, membuat peradangan, hal ini membuat saraf penciuman terganggu dan berakibat hilangnya indra penciuman.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/pilek2_20150408_151743.jpg)