Breaking News:

Desa Miliarder di Indramayu

Warga 3 Desa di Indramayu Jadi Miliader, Ganti Rugi Petrochemical Complex Cair Ada yang Dapat Rp 3 M

Ganti rugi proyek Petrochemical Complex Jabar cair. Warga tiga desa di Indramayu kini jadi miliarder.

TribunJabar.id/Handhika Rahman
Warga saat menerima pembayaran uang ganti rugi Pembangunan Proyek Petrochemical Complex Jabar di Kabupaten Indramayu, Rabu (14/4/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Warga di tiga desa di Kabupaten Indramayu mendadak menjadi jutawan dan miliader.

Hal ini dikarenakan mulai cairnya uang ganti rugi pembangunan Proyek Petrochemical Complex Jabar di Kabupaten Indramayu, Rabu (14/4/2021).

Tiga desa itu, meliputi Desa Sukaurip, Desa Sukareja, dan Desa Tegalsembadra di Kecamatan Balongan.

Baca juga: Foto Calon Miliarder di 3 Desa di Indramayu, Dapat Ganti Rugi Proyek Minyak, Ini Uang yang Didapat

Baca juga: Ini 3 Calon Desa Miliarder di Indramayu, Kena Proyek Petrochemical Complex, Ganti Rugi Segera Cair

Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Indramayu, Ristendi Rahim mengatakan, jika dihitung secara keseluruhan ada sebanyak 531 orang meliputi 3 desa itu yang mendapat uang ganti rugi.

"Dengan total luas keseluruhan di tiga desa itu untuk pengadaan tanah Proyek Petrochemical Complex ini seluas 162,12 hektare," ujar dia kepada Tribuncirebon.com.

Ristendi Rahim tidak menyebut secara pasti berapa nominal ganti rugi yang diterima masyarakat.

Ia mengatakan, kewenangan penghitungan ganti rugi tersebut ditetapkan oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP).

Hanya saja, pantauan Tribuncirebon.com di lokasi hari ini, rata-rata uang ganti rugi yang diterima masyarakat bervariatif, mulai paling kecil ratusan juta rupiah hingga Rp 3 miliar per orang.

Musyawarah penetapan bentuk ganti kerugian dan penyampaian hasil penelitian di Kantor Kementerian Agraria dan Tata Ruang / Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Indramayu, Selasa (16/3/2021).
Musyawarah penetapan bentuk ganti kerugian dan penyampaian hasil penelitian di Kantor Kementerian Agraria dan Tata Ruang / Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Indramayu, Selasa (16/3/2021). (Istimewa)

Nominal tersebut tergantung luasan areal sawah milik warga yang terdampak, termasuk tanaman dan bangunan yang ada di sawah tersebut.

Halaman
12
Penulis: Handhika Rahman
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved