Breaking News:

Harga Cabai Rawit

Harga Cabai Rawit di Tingkat Petani di Sumedang Tembus Rp 110 Ribu, Mereka Untung Besar

Petani cabai rawit di Dusun Cikaramas, Desa Sukawangi, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, menyambut baik harga cabai yang masih tinggi.

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Hermawan Aksan
Tribun Jabar
Petani cabai di Dusun Cikaramas, Desa Sukawangi, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Petani cabai rawit di Dusun Cikaramas, Desa Sukawangi, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, menyambut baik harga cabai yang hingga saat ini masih tinggi.

Mereka menyambut karena, meskipun harga tinggi, permintaan pasar juga tetap tinggi di saat stok cabai tidak terlalu melimpah seperti biasanya karena saat ini belum memasuki musim panen raya.

Seorang petani cabai, Kardi Darya (60), mengatakan, selama ini dia bisa menjual cabai ke pedagang pasar di Sumedang serta luar Sumedang dengan harga Rp 100 ribu hingga Rp 110 ribu per kilogram.

Baca juga: Gurita Bisnis Atta Halilintar selain Youtube, Calon Suami Aurel Hermansyah Masih Punya Sumber Harta

Baca juga: Sekretariat DPRD Kota Bandung Anggarkan Rp 700 Juta untuk Pengadaan Mebel Ruangan Fraksi

"Sekarang harganya lagi meledak. Saya juga beli dari petani yang lain Rp 80 ribu. Permintaan lagi bagus, mungkin karena kekurangan barang," ujarnya saat ditemui di kebunnya, Kamis (25/3/2021).

Kardi menyambut baik kenaikan harga cabai ini karena tahun lalu harga cabai rawit hanya Rp 15 ribu per kilogram.

Tingginya harga saat ini, kata Kardi, merupakan kesempatan yang baik bagi petani untuk meraup untung yang besar.

"Kalau musim panen nanti, pada bulan empat dan bulan lima, belum tahu harganya berapa. Mudah-mudah harganya masih tetap (tinggi)," kata Kardi.

Jika harga tetap tinggi, kata dia, musim panen nanti pasti mendapat keuntungan lagi karena dalam satu kali panen, dia bisa mendapatkan satu hingga tiga kuintal cabai.

"Hasil panen tidak menentu, tergantung berapa banyak menanam pohonnya dan tergantung juga dengan cabai yang sudah matang," ucapnya.

Hal senada dikatakan Enung (44), anggota kelompok tani Dusun Cikaramas.

Menurut Enung, kenaikan harga cabai ini menguntungkan para petani di wilayah tersebut.

"Tapi di lain pihak, konsumen kan keberatan. Soal penyebabnya bisa saja gak ada yang tanam cabai di kebun dan faktor cuaca juga bisa mengganggu," kata Enung. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved