Selasa, 19 Mei 2026

Ikatan Cinta

Pendapat Dua Pakar Mengapa Sinetron Ikatan Cinta Digemari Banyak Orang, ''Stres dengan Covid-19''

Sinetron Ikatan Cinta benar-benar sangat populer bagi para penggemar cerita televisi beberapa bulan terakhir.

Tayang:
Editor: Hermawan Aksan
Instagram @layardrama_rcti
Salah satu adegan di sinetron Ikatan Cinta. Mengapa sinetron ini begitu digemari masyarakat? 

TRIBUNJABAR.ID - Sinetron Ikatan Cinta benar-benar sangat populer bagi para penggemar cerita televisi beberapa bulan terakhir.

Begitu populernya, sampai-sampai para penggemar sinetron yang dibintangi Amanda Manopo dan Arya Saloka itu terus-menerus menyita perhatian publik.

Pada Februari lalu, misalnya, media sosial diramaikan dengan foto syukuran ibu-ibu penggemar Ikatan Cinta di Seneng, Banyurejo, Magelang, Jawa Tengah. 

Baca juga: Sinopsis IKATAN CINTA Rabu 17 Maret 2021: Bu Sarah dan Elsa Cemas, Aldebaran dan Andin Romantis

Baca juga: Sering Dapat Komen Pedas Gegara Jadi Antagonis di Ikatan Cinta, Natasha Dewanti Sebut Tak Masalah

Syukuran dalam rangka apa? Karena tokoh Aldebaran dan Andin urung berpisah!

Masih di Jawa Tengah, para penggemar Ikatan Cinta kembali meramaikan media sosial ketika "menggeruduk" kepala desa di Kabupaten Banyumas.

Ada apa? Rupanya, warga khawatir tak bisa menonton Ikatan Cinta karena sempat terjadi pemadaman listrik.

"Awal mulanya sekitar pukul 16.00 WIB mati listrik, warga menanyakan lewat WhatsApp, inbox Facebook, SMS, telepon, ada yang menanyakan langsung juga," kata Kades Abbas Wahyudi.

Acara syukuran oleh para ibu penggemar sinetron Ikatan Cinta di Seneng, Banyurojo, Kabupaten Magelang, Rabu (17/2).
Acara syukuran oleh para ibu penggemar sinetron Ikatan Cinta di Seneng, Banyurojo, Kabupaten Magelang, Rabu (17/2). Mereka mengadakan syukuran karena Aldebaran dan Andin batal berpisah. (Rendika Ferri K)

Apakah reaksi penggemar Ikatan Cinta itu wajar?

Hiburan dan realitas

Sosiolog Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Drajat Tri Kartono menganggap euforia sinetron Ikatan Cinta masih dalam batas wajar.

Menurutnya, hal itu menandakan adanya ikatan emosi antara hiburan dan realitas sosial.

"Wajar saja, ini masyarakat betul-betul memiliki ikatan emosi antara hiburan yang dia amati dan realitas sosial empiris yang mereka hadapi," kata Drajat kepada Kompas.com, Senin (15/3/2021).

Baca juga: Perdagangan Orang Terhadap TKW Diduga Masih Marak Terjadi, SBMI Indramayu Minta Calo Nakal Dihukum

Baca juga: Cari Lowongan Kerja? Bisa Cek di Job Fair Online Kabupaten Bandung, Ini Websitenya

"Di situ ada semacam emosi bersama yang dimiliki masyarakat terhadap sinetron itu," ujarnya.

Drajat menyebut gejala tersebut bukanlah sesuatu yang baru di Indonesia.

Kondisi serupa juga pernah terjadi pada penggemar Si Doel Anak Sekolahan.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved