Breaking News:

Perdagangan Orang Terhadap TKW Diduga Masih Marak Terjadi, SBMI Indramayu Minta Calo Nakal Dihukum

Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKW diduga masih marak terjadi.

Kompas.com/Ericssen
ilustrasi TKI 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKW diduga masih marak terjadi.

Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang Indramayu, Juwarih mengatakan, seperti yang dialami TWM (37) TKW asal Kabupaten Indramayu.

Ia diduga menjadi korban TPPO oleh pihak perekrut.

"Karena berangkatnya tahun 2019, TWM diduga korban TPPO," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Rabu (17/3/2021).

Juwarih menyampaikan, TWM ini berangkat ke Arab Saudi untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga di Mekkah dengan gaji 2.000 riyal pada tahun 2019 lalu.

Namun ia dikembalikan ke agensi lantaran diadukan oleh anak majikannya sendiri yang masih berusia 8 tahun, TWM disebut menabok pantat anak tersebut.

"Padahal saya gak nabok. Ibunya percaya sama anaknya,” ujar TWM kepada petugas KJRI.

Baca juga: Setelah Isu Nissa-Ayus Selingkuh, Video Sabyan Gambus Masih Trending, Ada Pesan Menyentuh di Akhir

Setelah kejadian itu, TWM lalu dipekerjakan lagi oleh agensi di rumah majikan kedua, hanya saja ia jarang diberi makan dan memutuskan untuk kabur ke dari rumah majikan di Mekkah ke Kantor KJRI Jeddah.

Bersama dengan dua PMI lainnya, KJRI Jeddah pun membantu pemulangan sebanyak 3 PMI tersebut.

Halaman
12
Penulis: Handhika Rahman
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved