Minggu, 17 Mei 2026

Omar Daniel dan Sitha Marino di 'Keluarga Suami Adalah Hama', Banyak Ledakan Emosi Tinggi

Dalam film ini, Damar digambarkan sebagai sosok suami sekaligus anak pertama yang terjebak dalam posisi “sandwich generation”.

Tayang:
Tribun Jabar/Putri Puspita Nilawati
WAWANCARA - Sitha Marino dan Omar Daniel saat ditemui di CGV Kings, Kota Bandung 

Ringkasan Berita:
  • Film “Keluarga Suami Adalah Hama” mendapat sambutan antusias penonton di CGV Bandung, terutama karena kehadiran Omar Daniel dan Sitha Marino yang menyapa langsung.
  • Film produksi VMS Studio dan Umbara Brothers ini tayang mulai 21 Mei 2026 dengan jajaran pemain Omar Daniel, Raihaanun, Meriam Bellina, dan Sitha Marino.
  • Omar Daniel memerankan Damar, sosok suami dalam “sandwich generation” yang menghadapi tekanan antara tanggung jawab sebagai anak dan suami.

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspitq

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Para penonton bioskop CGV tampak begitu antusias setelah menonton film “Keluarga Suami Adalah Hama” karena hadirnya Omar Daniel dan Sitha Marino yang menyapa setelah film usai.

Teriakan heboh hingga ajakan foto bersama pun langsung dilakukan oleh penonton yang hadir.

Omar Daniel dan Sitha Marino pun tampak begitu ramah menyapa penonton yang antusias untuk foto bersama.

Film produksi VMS Studio bersama Umbara Brothers Film ini dijadwalkan tayang di bioskop mulai 21 Mei 2026, dengan jajaran pemain seperti Omar Daniel, Raihaanun, Meriam Bellina, dan Sitha Marino.

Baca juga: Dibalik Larangan Nobar Film Pesta Babi: ISBI Bandung Sebut Kendala Izin, Mahasiswa Kecam Sensor

Omar Daniel yang memerankan Damar mengungkapkan bahwa proses produksi film ini berlangsung cukup intens, baik secara teknis maupun emosional.

“Proses syutingnya kurang lebih 20 sampai 22 hari, tapi kalau ditambah workshop hampir dua bulan. Lokasinya semua di Jabodetabek,” ujar Omar saat ditemui di CGV Kings Shopping Center, Sabtu (16/5/2026).

Omar menekankan bahwa hampir seluruh adegan dalam film ini menuntut ledakan emosi yang tinggi. 

“Dialog panjang, konflik fisik seperti adegan tamparan, hingga pengaturan teknis seperti blocking dan sudut kamera, membuat setiap adegan harus dipersiapkan dengan sangat detail. Semua adegan pasti enggak ada yang mudah. Apalagi ini filmnya emosional banget, jadi semuanya punya tingkat kesulitan masing-masing,” kata Omar.

Dalam film ini, Damar digambarkan sebagai sosok suami sekaligus anak pertama yang terjebak dalam posisi “sandwich generation”.

Damar juga harus menjaga perasaan istrinya, Intan (Raihaanun), yang ikut terdampak kondisi tersebut. Tekanan ini membuat Damar berada di persimpangan sulit antara tanggung jawab sebagai anak dan sebagai suami.

Omar mengaku, untuk mendalami karakter ini, ia tidak hanya mengandalkan imajinasi, tetapi juga riset dan pengamatan terhadap lingkungan sekitar.

“Kita nggak perlu mengalami langsung untuk tahu rasanya. Aku banyak riset, nanya ke orang-orang yang pernah ada di posisi itu. Kebetulan juga aku punya kakak-kakak yang sudah menikah, jadi problematika rumah tangga itu bukan hal asing,” ungkapnya.

Ia juga menilai fenomena sandwich generation kini semakin umum terjadi di kalangan anak muda.

“Hampir semua orang pernah ada di fase itu. Tuntutan untuk sukses, jadi tulang punggung keluarga, itu sekarang kayak sudah jadi hal yang wajar,” tambahnya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved