Kamis, 21 Mei 2026

Ikatan Cinta

Pendapat Dua Pakar Mengapa Sinetron Ikatan Cinta Digemari Banyak Orang, ''Stres dengan Covid-19''

Sinetron Ikatan Cinta benar-benar sangat populer bagi para penggemar cerita televisi beberapa bulan terakhir.

Tayang:
Editor: Hermawan Aksan
Instagram @layardrama_rcti
Salah satu adegan di sinetron Ikatan Cinta. Mengapa sinetron ini begitu digemari masyarakat? 

Ia menuturkan, keberhasilan sinetron dalam membuat masyarakat terlibat secara emosional tak lepas dari banyaknya minat masyarakat.

Drajat juga mengatakan, lama-kelamaan gejala tersebut akan hilang dengan sendirinya.

"Karena basis emosinya hanya emosi sesaat antara dia dan media," jelas dia.

Intrik keluarga

Drajat menjelaskan, sinetron di Indonesia sejauh ini masih banyak memanfaatkan intrik dalam keluarga, tak terkecuali Ikatan Cinta.

Hal ini kemudian menggugah masyarakat atau penonton terlibat lebih jauh dan masih disukai.

Khusus untuk Ikatan Cinta, Drajat melihat penataan cerita, pemilihan aktor, dan publikasi membawa sinetron itu banyak diminati.

"Saya melihat ini bukan tentang sinetron yang berubah lebih canggih, tapi penataan cerita dan aktor yang menarik, juga publikasi yang luas," katanya.

Stres dengan Covid-19

Pakar media Universitas Airlangga (Unair) Rachmah Ida mengatakan ada sejumlah alasan mengapa Ikatan Cinta sangat digemari masyarakat.

Salah satunya karena menjadi alternatif hiburan masyarakat di tengah pandemi Covid-19 belum selesai.

"Masyarakat sudah stres dan tertekan dengan danya Covid-19 sehingga jadi pelarian cari tayangan hiburan di televisi," katanya melansir laman Unair, Jumat (29/1/2021).

Selain itu sinetron Ikatan Cinta digemari oleh masyarakat karena tayangan televisi lain lebih banyak yang bersifat monoton atau seragam.

Ketiga, adanya sinetron Ikatan Cinta itu bisa membangun fantasi bagi masyarakat yang saat ini sedang stres akibat Covid-19.

"Penonton yang terpengaruh akibat sinetron, karena merasa apa yang ditayangkan memiliki kesamaan dengan hidupnya, tetapi kemungkinan jumlah penonton yang terpengaruh hanya sedikit," jelas dia.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved