EREKSI Menjadi Efek Samping Langka Paparan Covid-19, Pria Ini Meninggal Setelah Mengalaminya 3 Jam

Ereksi menjadi efek samping yang dirasakan seosang pria terpapar covid-19. Kasus ini jarang terjadi.

Editor: Giri
AFP PHOTO/CENTERS FOR DISEASE CONTROL AND PREVENTION/ALISSA ECKERT/HANDOUT
Ilustrasi Covid-19. Seorang pria mengalami ereksi menyakitkan selama tiga jam karena efek samping Covid-19. 

TRIBUNJABAR.ID, WASHINGTON DC - Ereksi menjadi efek samping yang dirasakan seosang pria terpapar covid-19. Kasus ini jarang terjadi.

Sebelum dinyatakan meninggal dunia, dia mengalami ereksi yang menyakitkan selama tiga jam.

Kasus ini dilaporkan oleh The American Journal of Emergency Medicine, yang merujuk pada data Covid-19 di AS, yang tidak disebutkan identitas lengkapnya. 

Melansir World of Buzz pada Sabtu (13/3/2021), seorang pria 69 tahun dengan obesitas harus dirawat di IGD setelah mengalami sesak napas pada 1 Januari 2021.

Pria itu minum obat untuk sesak napas yang diresepkan dokter kepadanya, tetapi itu tidak membantu.

Dilaporkan, ia tidak segera melakukan tes Covid-19, kendati kondisinya mencirikan gejala tersebut.

Baca juga: Wabup Tasikmalaya Deni R Sagara Datang, Kerumunan Pasar Kaget Cisinga Langsung Ditertibkan

Baca juga: Persib Bandung vs Bali United pada 24 Maret, Ini Jadwal Lengkap Piala Menpora 2021

Hingga kondisinya memburuk dengan disertai batuk dan demam selama sepekan.

Saat melakukan tes Covid-19 di ruang gawat darurat, para dokter mendapatkan hasil diagnosis positif virus corona.

Pasien kemudian dirawat di rumah sakit, tapi dalam 10 hari kondisinya semakin memburuk hingga membutuhkan steroid dan ventilator untuk membantu pernapasannya.

Saat itu, pasien ditelungkupkan untuk merangsang aliran udara ke seluruh tubuh.

Setelah itu, justru pria itu mengalami kondisi langka, yaitu priapisme, suatu kondisi di mana seorang pasien mengalami ereksi yang menyakitkan selama berjam-jam.

Komplikasi ini terjadi ketika darah tidak dapat keluar dari penis atau mengalir dengan tidak semestinya ke bagian pribadi pria.

Kondisi ini lebih sering terjadi pada orang dengan kelainan darah, seperti anemia dan leukemia.

Namun, priapisme telah dilaporkan sebagai efek samping Covid-19 dan hanya ada satu laporan pasien Covid-19 yang menderita kondisi yang sama.

Halaman
12
Sumber: Kompas
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved