Breaking News:

EREKSI Menjadi Efek Samping Langka Paparan Covid-19, Pria Ini Meninggal Setelah Mengalaminya 3 Jam

Ereksi menjadi efek samping yang dirasakan seosang pria terpapar covid-19. Kasus ini jarang terjadi.

AFP PHOTO/CENTERS FOR DISEASE CONTROL AND PREVENTION/ALISSA ECKERT/HANDOUT
Ilustrasi Covid-19. Seorang pria mengalami ereksi menyakitkan selama tiga jam karena efek samping Covid-19. 

Setelah itu, justru pria itu mengalami kondisi langka, yaitu priapisme, suatu kondisi di mana seorang pasien mengalami ereksi yang menyakitkan selama berjam-jam.

Komplikasi ini terjadi ketika darah tidak dapat keluar dari penis atau mengalir dengan tidak semestinya ke bagian pribadi pria.

Kondisi ini lebih sering terjadi pada orang dengan kelainan darah, seperti anemia dan leukemia.

Namun, priapisme telah dilaporkan sebagai efek samping Covid-19 dan hanya ada satu laporan pasien Covid-19 yang menderita kondisi yang sama.

Ketika staf rumah sakit mengetahui bahwa pria itu kesakitan karena priapisme, mereka kembali menengkurapkan pria itu dan mencoba menggunakan sebungkus es untuk menurunkan ereksinya.

Namun, cara itu tidak berhasil.

Baca juga: Bocoran Sinopsis Ikatan Cinta Malam Ini 14 Maret, Tingkah Al ke Andin Bisa Bikin Micin Gemas

Dokter kemudian melakukan USG pada penis dan menemukan bahwa pembuluh darahnya bersih dan berfungsi dengan baik.

Mereka kemudian mendiagnosisnya dengan priapisme iskemik, atau priapisme terkait dengan masalah drainase darah.

Para dokter kemudian memasukkan dua jarum ke batang penisnya untuk mengalirkan darah berlebih dan memberi pasien dekongestan.

Setelah setengah jam, ereksinya hilang.

Halaman
123
Editor: Giri
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved