Tetap Survive Selama Pandemi, Jangan Lupa Mampir di Kedai Kopi Ini Jika Melancong ke Subang

Alih-alih gulung tikar karena sedang pandemi, pemilik Kedai RotKop Lampu Satu yang berlokasi di Kelurahan Cigadung, Subang, malah menambah menu.

Penulis: Irvan Maulana | Editor: Hermawan Aksan
Tribun Jabar
Kedai RotKop Lampu Satu Subang 

Berhasil Survive Selama Pandemi, Kedai Ini Menjadi Salah Satu Tempat Yang Recomended Untuk Dikunjungi Jika

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Irvan Maulana

TRIBUNJABAR.ID, SUBANG - Pemasaran memang menjadi kunci untuk menjual sebuah produk, tak terkecuali kuliner.

Di masa pandemi, usaha kuliner juga terdampak signifikan akibat adanya berbagai kebijakan serta aturan baru dari pemerintah.

Tak terkecuali di Subang.

Baca juga: Waspada Potensi Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan di Jabar, Ini Daftar Daerah yang Terpengaruh

Baca juga: Bandara Kertajati Kembali Menggeliat, Dibuka dengan Penerbangan Kargo

Namun ada yang unik di salah satu kedai kopi di Subang.

Alih-alih gulung tikar karena sedang pandemi, pemilik Kedai RotKop Lampu Satu yang berlokasi di Kelurahan Cigadung, Subang, malah menambah menu untuk strategi pemasarannya.

Menu yang ia pasarkan berupa minuman yang didominasi berbagai jenis racikan kopi dan makanan dengan berbagai jenis varian roti.

Pemilik RotKop Lampu Satu, Willi Williansyah, mengatakan, semenjak pandemi berlangsung selama lebih dari setahun ia sempat mengalami penurunan omzet pada beberapa kedainya, tak terkecuali di kedai Rotkop Lampu Satu.

"Kalau penurunan pasti ada, lah. Semuanya sama. Biar omzetnya naik, maka dibikin produk baru," ujar Willy ketika ditemui Tribunjabar.id di Kedai RotKop Lampu Satu, Cigadung, Subang, Selasa (23/2/2021).

Kedai RotKop Lampu Satu Subang
Kedai RotKop Lampu Satu Subang (Tribun Jabar)

Willy mengatakan, dengan adanya produk baru, ia juga memberikan promo pada setiap produknya.

"Otomatis dengan ada produk baru kita bikin promo baru biar mendongkrak omzet, seperti roti ini kan ada hadiahnya beli empat bonusnya dua karena ini produk baru," ungkapnya.

Menurut Willy, teknik pemasaran tersebut juga berlaku untuk produk minuman.

"Minuman di sini kita juga sama, beli dua porsi kopi gratis satu porsi," kata Willy.

Selain menerapkan strategi pemasaran tersebut, Willy juga mengatakan agar bisa survive di masa pandemi, ia memasarkan produknya didominasi oleh pemasaran online.

Baca juga: Menpan RB Sebut Command Center Sumedang Lebih Canggih dari Milik Bandung dan Bogor, Ini Alasannya

Baca juga: Soal Stadion GBLA Ada Kolam Ikannya, Begini Penjelasan Dispora

"Karena ada pembatasan akibat pandemi kita lebih banyak take away dan dikemas semenarik mungkin, bahkan banyak juga yang pesan online," ujarnya.

Menamai produk dengan nama unik juga dilakukan Willy dalam strategi pemasaran tersebut.

Salah satu menu kopi barunya adalah Kopi Mantan

Tidak hanya nama yang unik, kopi mantan tersebut juga memberikan sensasi dan rasa berbeda.

"Kopi Mantan ini contoh salah satu menu terbaru kami. Yang membedakan adalah racikannya, kopi mantan ini diambil dari campuran bahan racikan kopi, yaitu madu dan santan, sehingga ketika diminum menimbulkan sensasi gurih dalam rasa kopi tersebut," ujar Willy.

Begitu juga dengan varian rasa Willy menamainya dengan nama yang unik.

"Varian rasanya kita juga beri nama yang agak nyeleneh, misalnya. Rasa yang tidak pernah hilang, rasa yang pernah ada, rasa CLBK. Masing-masing rasa ini juga punya kekhasan sendiri," katanya.

Disambung Willy, hal itu juga berlaku di produk makanan, "Ngopi kalo gak ngemil rasanya gimana, nah makanya saya sengaja kasih reward, setiap pembelian kopi mantan kita kasih bonus roti atau donat lumer," ujarnya.

Willy mengatakan, hal itu bagian dari upaya ia meraih pelanggan baru dan menaikkan omzetnya.

Kedai RotKop sendiri didesain dengan selera high class tapi dengan harga yang relatif terjangkau.

Baca juga: BERITA PERSIB Bandung - Robert Alberts Imbau Suporter tak Datang ke Stadion dan Saat Latihan

Baca juga: Suasana Haru Mewarnai Kepulangan Ratusan Santri Ponpes Kota Tasik yang Sembuh dari Covid-19

Tak ayal banyak kalangan muda yang nongkrong di kedai tersebut.

"Ini untuk mendekatkan lagi ke konsumen. Anggaplah ini untuk memanjakan mereka, insiprasi menu dan rasa ini juga dari mereka anak-anak muda," ujarnya.

Selain menerapkan strategi promo tersebut, Willy juga mematok harga produknya di bawah jauh lebih murah dibanding harga di tempat lain.

Untuk satu porsi kopi mantan, Willy mematok harga Rp 15 ribu, padahal di tempat lain jenis sajian kopi tersebut bisa mencapai Rp 27 ribu.

"Roti dan donat juga sama, kami jual dengan harga goceng, mungkin di tempat lain bisa Rp 12 ribu. Kami siasati saja misal dari ukuran agak lebih kecil," ujarnya.

Tak hanya menu bervariasi, Kedai Rotkop juga terbilang cukup recomended untuk nongkrong, lantai dua kedai tersebut bahkan di desain terbuka dan didominasi kaca, pencahayaan dan pewarnaan ruangan kedai tersebut juga terkesan klasik. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved