Breaking News:

Tempat Hiburan Banyak Langgar Prokes, Dicek Tutup, Petugas Pergi, Buka Lagi, Sanksi Akan Diperberat

Tempat hiburan banyak melanggar prokes atau protokol kesehatan dengan pelanggaran jam operasional melebihi aturan yang berlaku

Tribun Cirebon/ Eki Yulianto
ilustrasi- Tempat hiburan banyak melanggar prokes atau protokol kesehatan dengan pelanggaran jam operasional melebihi aturan yang berlaku. Saat petugas datang mengecek sudah tutup, namun begitu petugas pergi, pengelola kembali membuka pelayanan. 

TRIBUNJABAR. ID,  BANDUNG - Tempat hiburan di Kota Bandung paling banyak melanggar Perwal terkait covid 19 khususnya jaga jarak, kapasitas pengunjung dan jam operasional.

"Di tempat hiburan, tak ada yang jaga jarak, apalagi membatasi kapasitas dan jam operasional selalu dilanggar berulang,-ulang," ujar Sekretaris Satpol PP kota Bandung, Agus Priono, di Balai Kota, Selasa (23/2).

Baca juga: 5 Tahun Buron, Maling Spesialis Motor yang Dikunci Stang Ditangkap, Begini Modus Pencuriannya

Baca juga: Petugas Damkar Badung Tewas Kecelakaan, Paman Kenang Permintaan Terakhir Korban

Menurut  Agus, pengusaha tempat hiburan sering mengulang pelanggaran karena sanksi yang ringan sehingga tidak jera.

Untuk membuat jera kami sedang mengkaji memperberat sanksi 

"Sanksi denda tidak mungkin ditambah tetap Rp 500 ribu untuk pengusaha dan Rp 100 untuk peorangan karena itu Pergub," ujar Agus.

Baca juga: VIDEO Penjual Boneka Wisuda Bertahan di Tengah Pandemi, Jualan Online karena Wisudanya Daring

Baca juga: HEBOH Video Ruangan Mewah di Lapas Kota Lhokseumawe, Berikut Penjelasan Kalapas

Namun untuk sanksi lama penyegelan bisa diperpanjang 14 hari yang  semula hanya 3 hari.

"Disegel 14 hari diharapkan membuat efek jera dan jika mengulang pelanggaran, maka akan dilakukan pembekuan izin usaha," ujar Agus.

Baca juga: Tukar Kartu ATM dengan Kartu Berteknologi Chip Untuk Transaksi Yang Lebih Aman & Nyaman

Baca juga: VIDEO Warga Garut Dikejutkan Penemuan Bayi di Bantaran Sungai Cimanuk, Usianya Sekitar Satu Bulan

Agus mengatakan,  pelanggaran yang sudah ditindak sejak Januari 2021 ada 127 kasus, denga rincian 23 kasus tempat hiburan malam, 72 individu, sisanya restoran, cafe dan minimarket. 

Menurut Agus, pengusaha tempat hiburan sering kucing-kucingan, ketika di cek jam 21.00  selalu tutup,  tapi setelah petugas pergi buka kembali. 

Baca juga: Kepergok Liburan Bareng di Wahana Bermain dengan Dancer Indosiar, Meli LIDA Cinlok? Ini Pengakuannya

Baca juga: Ingat King Kobra Si Covid Mirip Garaga Panji Petualang di Kuningan? Menyedihkan, Mata Redup, Kurus

"Hasil pantauan memang jam 21.00 tempat hiburan itu baru buka, dan para tamu biasanya datang pukul 23.00 baru berdatangan, " ujarnya.

Agus juga akan mengevaluasi  jam operasional tempat hiburan, kemungkinan bisa buka sampai jam 24.00 tapi tetap harus melaksanakan protokol kesehatan.  

Penulis: Tiah SM
Editor: Siti Fatimah
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved