Gempa Bumi
Rawan Gempa, Bagaimana Agar Bangunan Bisa Tahan Gempa dan Apa Itu Konstruksi Sarang Laba-laba ?
Indonesia termasuk rawan gempa karena itu konstruksi bangunan juga perlu mendapat perhatian agar memenuhi standar konstruksi yang aman
Aspek teknis yang dimaksud adalah bangunan tersebut direncanakan oleh profesional yang mengantongi izin, memiliki surat izin usaha perdagangan (SIUP), serta mengantongi sertifikasi sebagai tenaga konstruksi yang lolos dari uji kompetensi.
"Banyak kota dalam zona gempa intensitas menengah sampai berat memiliki bangunan non-teknis yang dibangun masyarakat awam dan rentan terhadap gempa," tambah dia.
Baca juga: BPBD Garut Sebut Masih Ada Tanah yang Turun di Lokasi Longsor Kecamatan Cilawu
Meski demikian, Sarwidi mengakui untuk bangunan bertingkat yang didirikan tahun 2010 ke atas sudah mengikuti aturan bangunan tahan gempa sehingga saat terjadi gempa tidak perlu khawatir.
Cukup berlindung di bawah meja agar tidak tertimpa material dari atap bangunan.
"Namun kalau kebetulan tinggal di rumah penduduk, kebetulan terjadi gempa lebih baik segera menyelamatkan diri, karena memang konstruksinya belum tentu dibuat oleh ahli yang profesional," tandasnya.
Konstruksi bangunan yang diakui tahan terhadap gempa apabila sudah lolos uji, yakni melalui laboratorium dan uji lapangan.
Salah satu konstruksi yang sudah lolos kedua uji tersebut adalah konstruksi sarang laba-laba (KSLL).
"Konsep KSLL ini sekarang banyak dipergunakan di Sumatra Barat dan Aceh yang memang merupakan zona gempa intensitas berat," ujar Sarwidi.
Sementara itu, untuk konstruksi bangunan rawan tsunami, biasanya berlokasi di pinggir pantai, haruslah bangunan bertingkat namun di bagian bawahnya merupakan bukaan (bukan bangunan tertutup) supaya air dapat mengalir.
Baca juga: Waspada Longsor Sampah, TPA Cibeureum Sumedang Overload, Dampak Buruk Menanti
Bangunan terbuka itu dapat dimanfaatkan untuk gudang, parkir kendaraan, sedangkan hunian berada di lantai atas sebagai tempat evakuasi apabila terjadi gempa.
Lepas dari itu, Sarwidi menambahkan, masyarakat yang tinggal di daerah gempa harus memahami gejala alam, serta beradaptasi dengan alam.
Termasuk dalam membangun huniannya harus mengikuti peraturan yang sudah ada sehingga apabila terjadi musibah tetap bisa selamat.
Sementara itu, Ketua Himpunan Ahli Teknik Perumahsakitan Indonesia (HATPI) Johnny Sinaga mengatakan, bangunan rumah sakit di Aceh dan Padang harus dirancang menggunakan konstruksi tahan gempa untuk zona 6.
"Terlebih untuk rumah sakit, konstruksinya harus sudah benar-benar teruji. KSLL untuk rumah sakit terbukti mampu mempertahankan bangunan dalam beberapa kali gempa di daerah tersebut," kata Johnny seraya menandaskan, KSLL juga banyak dipergunakan di Pulau Simeulue Aceh.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Konstruksi Sarang Laba-laba Direkomendasikan untuk Daerah Rawan Gempa",
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/tips-membeli-baja-ringan_20160719_201757.jpg)