Breaking News:

FAKTA Mencengangkan, Surade Sukabumi Lokasi Pertama Temuan Fosil Gigi Hiu Megalodon di Indonesia

Tim peneliti Museum Geologi Bandung mengungkap penemuan fosil gigi hiu megalodon di beberapa Kampung di Desa Gunung Sungging, adalah yang pertama.

Tribun Jabar/M Rizal Jalaludin
Penemuan fosil gigi hiu megalodon di Desa Gunung Sungging, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Kabupaten Sukabumi, M Rizal Jalaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Tim peneliti Museum Geologi Bandung mengungkap penemuan fosil gigi hiu megalodon di beberapa Kampung di Desa Gunung Sungging, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, adalah yang pertama di Indonesia.

Peneliti Museum Geologi Bandung Oman Abdurahman mengatakan, para ahli fosil ikan hiu megalodon di dunia menyatakan Indonesia tidak dikenal dengan tempat penemuan fosil hewan purba ini.

Namun, dengan penemuan fosil gigi hiu megalodon di Surade ini, Oman menuturkan, Indonesia dapat dikenal sebagai tempat yang mempunyai lokasi hiu megalodon tinggal.

"Jadi, selama ini para ahli di dunia tentang fosil ikan hiu megalodon ini Indonesia tidak dikenal dengan tempat ditemukannya fosil gigi megalodon. Tapi dengan temuan ini apalagi kalau kami berhasil membuat tulisan ilmiah dan dipublikasikan di jurnal internasional, akan memberikan informasi kepada dunia bahwa Indonesia pun yaitu di Surade, Sukabumi, ini punya lokasi di mana ikan hiu purba megalodon pernah hidup," kata Oman, beberapa waktu lalu.

Baca juga: Polisi Bina Perajin Senapan Angin di Cipacing Agar Tidak Membuat Senpi Rakitan

Baca juga: Pria yang Berseteru dengan Dino Patti Djalal soal Mafia Tanah Ditangkap Polisi, Totalnya 15 Orang

Oman menyebut, hiu megalodon ini rata-rata memiliki ukuran (panjang) 16 meter.

"Bayangkan saja ikan hiu itu ukurannya rata-rata 16 meter taksiran dari gigi itu (temuan di Surade), yang paling besar katanya di Amerika Latin 18 senti giginya, taksiran mungkin sekitar 28 sekian (meter) ya besarnya," jelasnya.

Ia menilai wilayah Surade memiliki potensi ditemukannya gigi ikan hiu megalodon yang terbesar.

"Di Surade ini ada potensi untuk ditemukan gigi ikan hiu yang terbesar sebetulnya ya, asal bisa nyarinya dan itu akan menjadikan ukuran megalodon terbesar. Jadi intinya ini harus dikonservasi betul-betul, harus dijadikan tempat edukasi," katanya.

Ia berharap, tempat penemuan fosil gigi hiu megalodon ini tidak dijadikan tempat penambangan. Ia menilai lebih baik dijadikan tempat wisata ilmiah.

Baca juga: Angka Covid-19 di Kota Bandung Tetap Tinggi Saat Diberlakukan PSBB Proporsional, Juga Kematian

"Nanti kalau bisa ini ada edukasi kepada masyarakat sehingga nanti itu dikurangi penggalian-penggalian untuk penjualan dan diganti dengan wisata ilmiah, geowisata, untuk masyarakat juga nanti dibuat satu geosite yang memperlihatkan bagaimana gigi aslinya di lapangan. Ini akan berharga sekali dan mendatangkan ekonomi dan lingkungan tetap terjaga," ucapnya. (*)

Penulis: M RIZAL JALALUDIN
Editor: Giri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved