Breaking News:

Tidak Sedikit, Banjir yang Rendam 18 Kecamatan di Subang Akibatkan Kerugian Mencapai Rp 421 Miliar

BPBD Kabupaten Subang menyampaikan data resmi kerugian materiel akibat bencana banjir yang melanda Kabupaten Subang, pekan lalu.

Penulis: Irvan Maulana | Editor: Giri
Tribun Jabar/Irvan Maulana
Banjir yang terjadi di Pamanukan, Kabupaten Subang, beberapa waktu lalu. 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Subang, Irvan Maulana

TRIBUNJABAR.ID, SUBANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Subang menyampaikan data resmi kerugian materiel akibat bencana banjir yang melanda Kabupaten Subang, pekan lalu.

Menurut data yang dirilis BPBD Kabupaten Subang, setidaknya terdapat 18 Kecamatan terendam banjir dan tiga Kecamatan mengalami bencana longsor di Kabupaten Subang.

Untuk perincian dampak bencana banjir tersebut adalah 21.574 rumah, 11.572 hekatare sawah, 4.897 tambak ikan, 109 sarana pendidikan, 10 unit sarana ibadah, dan 10 unit fasilitas kesehatan.

Selain itu, lima ruas jalan sepanjang 22,63 Kilometer terendam banjir selama bencana hidrometeorologi yang berlangsung pada 7-11 Februari 2021.

Data tersebut juga dipaparkan Bupati Subang Ruhimat pada saat kunjungan Wakil Presiden RI KH. Ma'ruf Amin di Kecamatan Pamanukan Kabupaten Subang, Sabtu (13/2/2021).

Baca juga: Pembunuh Keluarga Dalang di Rembang Ternyata Berniat Bunuh Diri, Habisi Korban dengan Arit

Baca juga: Catherine Wilson Bilang Kapok, Berniat Buang Sial dengan Cara Ini Setelah Bebas dari Penjara

"Data kita satu pintu. Untuk data yang dirilis itu berdasarkan hasil kejadian pada 7 sampai 11 Februari 2021. Perincian tersebut sebagai pegangan kita untuk penanganan pascabanjir," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Subang, Hidayat, ketika dikonfirmasi Tribun melalui pesan tertulis, Senin (15/2/2021).

Lebih lanjut, dikatakan Hidayat, bencana tersebut juga mengakibatkan total kerugian tersebut mencapai ratusan miliar rupiah.

"Menurut data kami yang merupakan hasil asesmen di lapangan, kerugian tersebut mencapai Rp 421,60 miliar. Semuanya dihitung berdasarkan hasil kerusakan," ucapnya.

Semua kerugian dihitung berdasarkan berbagai sektor yang terdampak.

Baca juga: Alun-alun Majalengka Jadi Pusat Pembicaraan, di Masa Lalu Ternyata Pernah Terjadi Dua Peristiwa Ini

"Itu dari mulai sektor pertanian, peternakan, kontruksi atau bangunan seperti rumah atau sekolah, semua sudah dihitung." ujar Hiadayat.

Lebih lanjut, ia mengatakan hingga kini petugas BPBD di lapangan masih stand by guna menyalurkan bantuan-bantuan yang disalurkan oleh masyarakat. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved