Breaking News:

Penduduk Ketakutan Tanggul Jebol, Ada Beko Tidak Digunakan, Kesal, Warga Tambal Tanggul Pakai Tangan

Warga ketakutan karena tanggul Sungai Cipanas jebol sementara tidak ada penanganan padahal ada beko di lokasi hingga membuat warga kesal

handhika rahman/tribun jabar
Tragedi jebolnya tanggul Sungai Cipanas kembali terjadi di Desa Puntang, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu. Warga bergotong royong membenahi tanggul, Minggu (14/2/2021).Warga ketakutan karena tanggul Sungai Cipanas jebol sementara tidak ada penanganan padahal ada beko di lokasi hingga membuat warga kesal dan menambal tanggul dengan tangan kosong. 

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Tragedi jebolnya tanggul Sungai Cipanas kembali terjadi di Desa Puntang, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu.

Kondisi tersebut membuat warga khawatir, mereka bahkan melakukan aksi gotong-royong secara swadaya untuk membenahi tanggul.

Dengan peralatan seadanya, seperti bilik bambu, mereka mencoba menutup tanggul yang jebol dengan panjang sekitar 50 meter tersebut.

Baca juga: Gempa Guncang Toli-Toli Sulawesi Tengah, Magnitudo 5,5 Berpusat di Laut

Baca juga: Prank Scudetto AC Milan Dipermalukan Spezia, Alessio Romagnoli Akui Timnya Meremehkan

"Ini sedang gotong royong karena jebolnya tanggul di Desa Puntang, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu," ujar salah seorang warga setempat, Suwandi Susanto (37) kepada Tribuncirebon.com, Minggu (14/2/2021).

Suwandi mengatakan, warga bahkan sempat geram dengan melakukan unjuk rasa di depan kantor Kecamatan Losarang pada pagi hari tadi.

Mereka meminta agar penanganan tanggul yang jebol bisa secepatnya dilakukan.

Baca juga: Libur Imlek 2021, Pengunjung Pantai Pangandaran Anjlok Hingga 70 Persen

Baca juga: Apresiasi Peran Mantri, Kanwil BRI Bandung Gelar Forum Komunikasi

Warga khawatir, jika tidak segera dilakukan penanggulangan, pemukiman warga akan kembali diterjang banjir bilamana Sungai Cipanas kembali meluap.

Yang membuat warga geram, disampaikan Suwandi Susanto, karena di dekat tanggul yang jebol tersebut tergeletak alat berat berupa beko.

Namun, kendaraan alat berat itu justru tidak dioperasikan dan warga harus menambal tanggul jebol dengan tangan kosong.

Baca juga: VIDEO-Dua Rumah Tertimbun dan Puluhan Lainnya Terancam Longsor di Cilawu Garut

Baca juga: Link Nonton Ikatan Cinta di RCTI Malam Ini Pukul 19.30, Andin Buat Keputusan, Bagaimana Nasib Al?

"Ini menggunakan alat berat baru dimulai tadi pukul 11.30 WIB tadi," ucapnya.

Sementara itu, Plt Sekretaris BPBD Kabupaten Indramayu, Caya menambahkan, untuk penanganan tanggul, ada tambahan satu unit beko.

Masing-masing dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung dan Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Indramayu.

"Semoga masyarakat di wilayah Losarang bisa merasa tenang dan selalu waspada apabila ada banjir susulan, terutama yang berada di dekat aliran sungai," ucapnya.

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Siti Fatimah
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved