Mendikbud Tegaskan Siswa TAK PERLU Daftar Bimbel untuk Hadapi Asesmen Nasional
Nadiem bahkan mengatakan, orangtua murid tak perlu mendaftarkan anak-anak mereka ke bimbingan belajar (bimbel).
Tahun 2021, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional (Kemenddikbud) akan menggelar Asesmen Nasional (AN).
Banyak orangtua salah paham, AN sama dengan Ujian Nasional (UN), padahal beda.
Menteri Nadiem Makarim mengingatkan orangtua siswa untuk tidak perlu khawatir, apalagi memaksa anak atau murid belajar di lembaga bimbingan belajar (Bimbel).
Sebeb, belajar di Bimbel demi Asesmen Nasional tidak ada gunanya.
Menteri Nadiem Makarim menjelaskan, AN adalah upaya pemerintah mengukur kondisi sekolah atau pemetaan sekolah.
Pemerintah akan melihat sekolah-sekolah yang membutuhkan bantuan lebih banyak dan sekolah-sekolah yang bisa membantu pemerintah.
Artinnya, AN digunakan untuk mengukur sekolah bukan murid atau pelajar.
//
TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim meminta para orangtua murid tak khawatir terhadap pelaksanaan Asesmen Nasional (AN) 2021.
AN, kata dia, berbeda dengan Ujian Nasional (UN) karena sama sekali tak memberikan konsekuensi kepada murid, baik dalam hal kelulusan maupun Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).
Baca juga: Sama Seperti Kakek Koswara, Nenek 78 Tahun Ini Juga Digugat Anaknya Karena Harta Warisan
Baca juga: VIRAL Warga Bikin 11 Polisi Tidur Berderet-deret Gara-gara Kesal Banyak yang Ngebut
Baca juga: Viral di WhatsApp Bayi 4 Bulan DICEKOKI Minuman Keras oleh Paman karena Rewel, Ganggu Pesta Miras
"Jadi tidak ada dampak anak ini masuk di sekolah yang mana, tidak ada dampak kepada kelulusan, tidak ada dampak apa pun kepada anak," kata Nadiem melalui tayangan YouTube FMB9ID_IKP, Jumat (22/1/2021).
Nadiem bahkan mengatakan, orangtua murid tak perlu mendaftarkan anak-anak mereka ke bimbingan belajar (bimbel).
Ia menyebut, tak ada gunanya menyiapkan murid menghadapi AN melalui bimbel lantaran AN diselenggarakan untuk mengevaluasi sekolah, bukan murid.
Selain itu, dalam penyelenggaraan AN, yang dibutuhkan murid bukan kemampuan menghafal, tetapi kemampuan bernalar kritis, numerasi, dan literasi.
"Jadinya kepada Bapak Ibu yang sekarang lagi mencari bimbel-bimbel untuk Asesmen Nasional, mohon bisa lega, tidak perlu mencari bimbel," ujar Nadiem.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/nadiem-makariem-sebelum-pelantikan.jpg)