Breaking News:

Longsor di Sumedang

353 Rumah di Cimanggung Harus Direlokasi, Rawan Terkena Longsor, Emil Sesalkan Ada Warga Menolak

Pemprov Jabar dan Pemkab Sumedang terus mempersiapkan dan mengupayakan relokasi warga yang terdampak longsor di Cimanggung.

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: taufik ismail
Tribun Jabar/ Hilman Kamaludin
Alat berat saat merobohkan bangunan TK di lokasi longsor Cimanggung. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat, Dani Ramdan, mengatakan Pemprov Jabar bersama Pemkab Sumedang terus mempersiapkan rencana relokasi rumah warga terdampak dan terancam longsor di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang.

"Warga sudah bersedia direlokasi, tetapi untuk sementara, saat ini diberi uang tunggu untuk menyewa rumah, sambil menunggu proses penyediaan lahan dan pembangunan rumah selesai," kata Dani melalui ponsel, Selasa (19/1/2021).

Dani menambahkan, yang akan direlokasi berdasarkan data sementara adalah sebanyak sekitar 353 unit rumah.

Baca juga: Gara-gara Pergaulan Bebas, Ratusan Remaja di Indramayu Ajukan Menikah Dini, Ada yang Usia 14 Tahun

Baca juga: VIRAL, di Tengah Pengungsian Anggota TNI ini Menikah, Setelah Akad Langsung Turun Menolong Pengungsi

Relokasi harus dilakukan karena daerahnya terdampak dan rawan terkena longsor. 

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyayangkan sebagian masyarakat di sekitar lokasi longsor di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, enggan direlokasi.

Gubernur menilai proses edukasi untuk menggugah kesadaran warga pun harus digalakkan.

Proses relokasi rumah warga, katanya, tidak berjalan mudah karena masih ada warga yang menolak direlokasi.

Hal ini menjadi tantangan bagi pemerintah untuk mengedukasi masyarakat mengenai mitigasi bencana di lokasi rawan bencana.

“Kami tahu ini tidak mudah, contohnya di Sumedang sudah tahu dia kena longsor tapi yang menolak direlokasi juga banyak, ya. Jadi inilah contoh edukasi yang tidak mudah, bagaimana mengedukasi masyarakat agar hidup jangan menantang risiko yang sangat besar dari sisi kebencanaan,” katanya di Markas Kodam III Siliwangi, Senin (18/1/2021).

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved