Waspadai Leukimia, Ada yang Akut dan Kronis, Kenali Bedanya dan Cara Penanganannya
kanker darah adalah kanker yang menyerang jaringan pembentuk sel-sel darah, termasuk sumsum tulang.
Penulis: Siti Fatimah | Editor: Siti Fatimah
Untuk itulah, masyarakat perlu mewaspadai gejala tersebut karena kanker darah atau leukemia bisa bersifat akut yakni kondisi seseorang bisa memburuk secara cepat.
Namun ada juga leukemia kronis yang perjalanan penyakitnya lambat.
Empat jenis leukemia yang kerap ditemui:
Leukemia Mieloblastik akut,
Leukemia Limfoblastik akut,
Leukemia Myelositik Kronik,
Leukemia Limfositik Kronik
Baca juga: Pemuda Penderita Kanker Lidah Asal Garut, Asep Kini Kondisinya Lemah Di Rawat Di RS Al-Ihsan
Leukemia akut lebih sering terjadi pada ada anak-anak dan mempunyai harapan yang lebih baik, sedangkan leukemia kronis lebih sering mengenai orang dewasa," katanya.
Untuk pengobatan, disesuaikan dengan kondisi pasien, pasien bisa diterapi dengan kemoterapi, terapi target, bahkan ada yang harus melakukan transplantasi sumsum tulang atau istilahnya stem cell.
Di Santosa Hospital Bandung Center, kemoterapi merupakan pilihan terapi paling umum untuk kasus leukimia.
Pengobatan kemoterapi menggunakan bahan-bahan kimia untuk membunuh sel-sel kanker darah.
"Pengobatan kanker darah akan dilakukan setelah pasien mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut karena pengobatan juga tergantung pada berbagai faktor, termasuk usia, jenis leukemia, dan organ apa yang sudah terkenai," katanya.
Baca juga: Kebiasaan yang Banyak dilakukan Banyak Orang Ini, Ternyata Bisa Picu Kanker Kulit
Menurut dr Fifi, pengobatan bisa membantu penyembuhan pasien bila ditangani sejak dini terutama pada pasien anak-anak.
Leukemia akut perlu diwaspadai karena gejalanya sangat cepat dan berbahaya, sedangkan leukemia kronis gejalanya perlahan dan bila diobati dengan benar memiliki harapan hidup yang panjang.
Walaupun bisa menyerang siapa saja, bukan berarti seseorang bisa dengan mudah terkena penyakit kanker darah.
Untuk mencegahnya, pola hidup sehat harus diterapkan seperti komsumsi makanan yang seimbang, tidak mengkonsumsi makanan kalengan (makanan instan yang dikemas dalam kaleng), dan tidak mengkonsumsi makanan atau minuman yang menggunakan bahan pengawet, olah raga, dan istirahat yang cukup.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ilustrasi-kanker-darah-leukemia_20180803_165907.jpg)