Kurang Tidur Akibat Begadang Nonton Bola Bisa Picu Stroke Ringan? Ini Penjelasan Dokter
Para pakar kesehatan mengingatkan adanya ancaman serius bagi tubuh akibat kurang tidur dan pola begadang yang tidak terkontrol.
Para pakar kesehatan mengingatkan adanya ancaman serius bagi tubuh akibat kurang tidur dan pola begadang yang tidak terkontrol.
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Menonton siaran langsung pertandingan sepak bola dunia kerap membuat para penggemar rela terjaga hingga dini hari demi mendukung tim kesayangan mereka. Namun, di balik keseruan eforia tersebut, para pakar kesehatan mengingatkan adanya ancaman serius bagi tubuh akibat kurang tidur dan pola begadang yang tidak terkontrol.
Tubuh manusia dewasa idealnya membutuhkan waktu istirahat malam selama 7 hingga 9 jam. Ketika durasi ini dipotong secara drastis demi menonton pertandingan, fungsi organ tubuh akan mengalami gangguan.
Dampak negatifnya tidak hanya dirasakan saat bangun pagi, melainkan juga berisiko memicu gangguan kesehatan kronis dalam jangka panjang.
Dikutip dari Kompas.com, kurang tidur kerap dianggap sebagai hal sepele yang bisa “dibayar” dengan istirahat di hari berikutnya.
Padahal, dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat berdampak serius pada kesehatan otak dan jantung, termasuk meningkatkan risiko transient ischemic attack (TIA) atau stroke ringan.
Kurang Tidur Picu Gangguan Sistem Tubuh Dokter ahli neurologi Chandana R Gowda, sebagaimana dikutip dari Times of India, menjelaskan bahwa kurang tidur kronis dapat memicu berbagai gangguan pada sistem tubuh yang saling berkaitan.
Mulai dari peningkatan hormon stres, fluktuasi tekanan darah, hingga peradangan dalam tubuh yang berlangsung terus-menerus.
"Ketika tidur terganggu secara konsisten, tubuh mengalami peningkatan hormon stres yang terus-menerus, fluktuasi tekanan darah, peningkatan peradangan, dan regulasi metabolisme yang buruk, yang semuanya dapat meningkatkan risiko TIA dan akhirnya stroke penuh," ujarnya dikutip dari The Times of India, Sabtu(30/5/2026).
TIA: Tanda Peringatan Stroke yang Tak Boleh Diabaikan
TIA sendiri terjadi ketika aliran darah ke sebagian otak terhambat sementara. Kondisi ini dapat menimbulkan gejala mendadak seperti mati rasa atau kelemahan pada satu sisi tubuh, gangguan bicara, penglihatan kabur, hingga kebingungan singkat.
Meski gejala tersebut biasanya hilang dalam hitungan menit hingga jam, TIA tidak boleh diabaikan karena merupakan tanda peringatan meningkatnya risiko stroke di masa depan.
Kaitan Kurang Tidur dengan Risiko Stroke dan Jantung
Menurut Gowda, gangguan tidur yang terjadi secara konsisten dapat memperburuk kondisi metabolisme tubuh serta meningkatkan tekanan darah.
Kombinasi faktor tersebut berkontribusi terhadap meningkatnya risiko gangguan kardiovaskular, termasuk stroke.
Piala Dunia 2026
begadang
kurang tidur
efek kurang tidur
stroke ringan
gejala stroke ringan
transient ischemic attack (TIA)
| Ngantuk tapi Harus Produktif? Ini Cara Agar Tetap Fit Usai Begadang Nonton Piala Dunia 2026 |
|
|---|
| Prediksi Piala Dunia 2026: Danseskoau Sebut Argentina Bagus, tapi Brasil Tetap di Hati |
|
|---|
| Komandan Sesko AU Jagokan Brazil di Piala Dunia 2026, Sarat Sejarah hingga Permainan Ciamik |
|
|---|
| ''Saya Argentina,'' Dedi Mulyadi Dukung Jagoannya di Piala Dunia 2026, Sudah Ngefans Sejak Kecil |
|
|---|
| Jagokan Timnas Jerman di Piala Dunia 2026, Bupati Bandung Yakin Der Panzer Jadi Predator Grup E |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ilustrasi-stroke-ringan.jpg)