Kamis, 4 Juni 2026

Kurang Tidur Akibat Begadang Nonton Bola Bisa Picu Stroke Ringan? Ini Penjelasan Dokter

Para pakar kesehatan mengingatkan adanya ancaman serius bagi tubuh akibat kurang tidur dan pola begadang yang tidak terkontrol.

Tayang:
Editor: Siti Fatimah
tribunnews
ILUSTRASI STROKE RINGAN - kurang tidur kerap dianggap sebagai hal sepele yang bisa “dibayar” dengan istirahat di hari berikutnya. Padahal, dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat berdampak serius pada kesehatan otak dan jantung, termasuk meningkatkan risiko transient ischemic attack (TIA) atau stroke ringan.  

Para pakar kesehatan mengingatkan adanya ancaman serius bagi tubuh akibat kurang tidur dan pola begadang yang tidak terkontrol.

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Menonton siaran langsung pertandingan sepak bola dunia kerap membuat para penggemar rela terjaga hingga dini hari demi mendukung tim kesayangan mereka. Namun, di balik keseruan eforia tersebut, para pakar kesehatan mengingatkan adanya ancaman serius bagi tubuh akibat kurang tidur dan pola begadang yang tidak terkontrol.

Tubuh manusia dewasa idealnya membutuhkan waktu istirahat malam selama 7 hingga 9 jam. Ketika durasi ini dipotong secara drastis demi menonton pertandingan, fungsi organ tubuh akan mengalami gangguan.

Dampak negatifnya tidak hanya dirasakan saat bangun pagi, melainkan juga berisiko memicu gangguan kesehatan kronis dalam jangka panjang.

Dikutip dari Kompas.com, kurang tidur kerap dianggap sebagai hal sepele yang bisa “dibayar” dengan istirahat di hari berikutnya.

Padahal, dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat berdampak serius pada kesehatan otak dan jantung, termasuk meningkatkan risiko transient ischemic attack (TIA) atau stroke ringan

Kurang Tidur Picu Gangguan Sistem Tubuh Dokter ahli neurologi Chandana R Gowda, sebagaimana dikutip dari Times of India, menjelaskan bahwa kurang tidur kronis dapat memicu berbagai gangguan pada sistem tubuh yang saling berkaitan.

Mulai dari peningkatan hormon stres, fluktuasi tekanan darah, hingga peradangan dalam tubuh yang berlangsung terus-menerus.

"Ketika tidur terganggu secara konsisten, tubuh mengalami peningkatan hormon stres yang terus-menerus, fluktuasi tekanan darah, peningkatan peradangan, dan regulasi metabolisme yang buruk, yang semuanya dapat meningkatkan risiko TIA dan akhirnya stroke penuh," ujarnya dikutip dari The Times of India, Sabtu(30/5/2026).

TIA: Tanda Peringatan Stroke yang Tak Boleh Diabaikan

TIA sendiri terjadi ketika aliran darah ke sebagian otak terhambat sementara. Kondisi ini dapat menimbulkan gejala mendadak seperti mati rasa atau kelemahan pada satu sisi tubuh, gangguan bicara, penglihatan kabur, hingga kebingungan singkat.

Meski gejala tersebut biasanya hilang dalam hitungan menit hingga jam, TIA tidak boleh diabaikan karena merupakan tanda peringatan meningkatnya risiko stroke di masa depan. 

Kaitan Kurang Tidur dengan Risiko Stroke dan Jantung

Menurut Gowda, gangguan tidur yang terjadi secara konsisten dapat memperburuk kondisi metabolisme tubuh serta meningkatkan tekanan darah.

Kombinasi faktor tersebut berkontribusi terhadap meningkatnya risiko gangguan kardiovaskular, termasuk stroke. 

Sumber: Kompas
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved