Breaking News:

Kenaikan Tarif Tol Sangat Memberatkan Pengusaha Logistik dan Tour & Travel, Banyak yang Gulung Tikar

Kenaikan tarif tol di delapan ruas di Jawa per Minggu, 17 Januari 2021, memberikan dampak bagi sektor usaha, terutama di bidang tour and travel.

Tribun Jabar/ Muhamad Nandri Prilatama
Situasi di gerbang Tol Cipali, Jumat (25/12/2020). Kenaikan tarif tol di delapan ruas di Jawa per Minggu, 17 Januari 2021, memberikan dampak bagi sektor usaha, terutama di bidang tour and travel. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kenaikan tarif tol di delapan ruas di Jawa per Minggu, 17 Januari 2021, memberikan dampak bagi sektor usaha, terutama di bidang tour and travel.

Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jawa Barat, Surya Batara Kartika, mengatakan, di tengah pandemi Covid-19 yang belum mereda, kenaikan ini dirasakan sangat memberatkan para pengusaha.

"Katanya penyesuaian, ada yang naik ada yang turun, tapi lebih banyak yang naik dan kami merasa di tengah pandemi seperti ini daya beli masyarakat lagi turun, operasional perusahaan juga lagi berat, terus terang dunia usaha sangat terdampak," ujar Surya saat dihubungi, Minggu (17/1/2021).

Baca juga: Waspada Penipuan Mengatasnamakan Satgas Penanganan Covid-19, Ini yang Jadi Sasaran Penipu

Baca juga: Harga Jatuh Kebun Pun Terlantar, Petani Pepaya California di Ciamis Beralih Tanam Porang

Dilihat dari sudut pandang perusahaan, kata Surya, untuk membuat kinerja Jasa Marga membaik memang diperlukan kenaikan tarif tol secara berkala.

Kenaikan tarif tol ini pun, kata dia, sudah direncanakan sejak tahun lalu. Namun, karena kondisi pandemi, ia berharap kenaikannya ditunda.

Masalahnya, ujar Surya, hingga saat ini pandemi belum berakhir dan tidak ada yang tahu kapan berakhirnya.

"Minimal untuk angkutan umum atau niaga bisa ditunda kenaikannya secara perlahan, agar dampak kepada pelaku usaha tidak langsung terasa berat. Jadi, kalau ada kebijakan untuk menunda kenaikan, alangkah lebih bagus sekali," ucapnya.

Dampak paling terasa dari kenaikan tarif tol ini paling terasa pada pengusaha yang bergerak di bidang logistik dan tour and travel yang setiap hari menggunakan jalan tol. Sebelum ada kenaikan tol, kata dia, banyak pengusaha yang mengetatkan biaya operasionalnya.

"Dengan adanya kenaikan harga tarif jalan tol ini, operasional yang kita jaga ketat untuk sekadar bisa berjalan pada akhirnya terdampak, jadinya kita harus mengeluarkan kos lebih untuk biaya operasional perjalanan," katanya.

Selama pandemi Covid-19, banyak anggota Hipmi yang usahnya terdampak. Sektor tour and travel, kata Surya, menjadi yang paling banyak merumahkan karyawan dan berganti ke usaha lain yang bukan bidangnya.

"Banyak banget yang tidak mendapat pemasukan sama sekali, kemudian rental kendaraan juga banyak yang mengalami penurunan omzet yang pada akhirnya di bulan keempat pandemi sudah tidak kuat dan karyawan perlahan mulai dirumahkan sampai perusahaannya tutup sementara," ucapnya. (*)

Penulis: Nazmi Abdurrahman
Editor: Hermawan Aksan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved