Janda Subang Dibunuh di Bali
Ada Keributan di Kamar DFL di Malam Pembunuhan, Teman Korban Telepon Berulang Kali tapi Tak Dibalas
Sebelum ditemukan meninggal dunia, diduga sempat menerima orderan melalui aplikasi MiChat.
Saksi yang takut terjadi hal aneh dengan korban, kemudian menghubungi penjaga homestay untuk menemani mengetuk dan mengecek korban di kamarnya.
Setelah petugas jaga datang yakni Apris Misak (25), saksi kemudian mengetuk pintu dengan penjaga homestay, namun tetap tidak ada jawaban.
Pintu korban saat itu terkunci dari dalam.
Selanjutnya penjaga homestay mengecek dengan mengintip lewat belakang dan masuk melalui kamar nomor tiga.
Tak lama, Apris mengatakan bahwa dikamar korban dilihat banyak darah dan saat itu korban dalam posisi setengah jongkok (telungkup).
"Saat dilihat kondisi korban sudah penuh darah dan posisi telungkup," tambahnya.
Kanit Reskrim Polsek Denpasar Selatan AKP Hadimastika menjelaskan pihak kepolisian sudah melakukan olah TKP.
Sedangkan kasusnya masih didalami oleh pihak kepolisian baik Polsek Denpasar Selatan dan Polresta Denpasar.
"Kita terima laporannya pukul 02.30 wita. Sudah olah TKP juga. Kasusnya masih didalami," ujarnya, Sabtu (16/1/2021).
Dibawa ke RSUP Sanglah
Jenazah perempuan berinisial DFL (23) itu telah dibawa ke Instalasi Forensik RSUP Sanglah Denpasar guna dilakukan pemeriksaan luar dan autopsi.
Dokter Penanggungjawab Pasien Instalasi Forensik RSUP Sanglah, dr Ida Bagus Putu Alit mengatakan jenazah tersebut tiba di RSUP Sanglah pada pukul 05.00 Wita.
"Jenazah diterima di Forensik jam 05.00 dan diperiksa jam 7.50 Wita. Dan setelah dilakukan pemeriksaan luar ditemukan beberapa luka-luka," kata dr. Alit saat dikonfirmasi Tribun Bali.
dr Alit menjelaskan, hasil pemeriksaan menemukan luka lecet dan luka terbuka pada wajah serta pada pelipis dan daun telinga.
Kemudian lecet dan memar juga pada dada dan perut.
Turut juga ditemukan luka-luka terbuka pada lengan atas kiri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/janda-subang-dibunuh.jpg)