Pesawat Sriwijaya Air Hilang
TANGIS PONIJAN Semakin Pilu, Anak Ada di Pesawat Sriwijaya Air, Cucu Baru Dua Bulan di Kandungan
Suasana semakin pilu, Ponijan menangis mengingat anak dan menantunya menjadi korban pesawat Sriwijaya Air. Menantunya sedang hamil dua bulan.
Tengah malam bangun salat tahajud.
Cuma dua hari itu loh, pagi tadi sama kemarin kompor kok ndak bisa hidup.
Bisa hidup tapi ndak bisa rebus air, seharian ndak mendidih.
Padahal gasnya baru ganti.
Tadi pagi selangnya baru, kompornya bersih, tapi ya tetap kecil apinya,” ungkap Katimah.
Sebenarnya, malam sebelum mendapat kabar anaknya tercatat dalam daftar penumpang pesawat Sriwijaya Air, Katimah sudah berniat untuk menghubungi anaknya.
Namun, kabar tak terduga itu datang lebih dahulu.
“Rencana jam 8 malam mau coba-coba ngebel (menelepon).
Sorenya abang dan adiknya pulang ke rumah bawa kabar (musibah pesawat).
Sudah dicek juga di Jakarta, katanya memang berangkat diantar temannya ke Bandara,” ujarnya.
Keluarga besar Mulyadi meminta doa dari masyarakat Kalbar.
“Atas nama keluarga besar Mulyadi, kami memohon doa seluruh kerabat dan handai taulan.
Semoga Allah SWT memberikan keajaiban dan saudara kami ditemukan dalam kondisi selamat,” kata Slamet Bowo Santoso, adik Mulyadi.
Sebagian artikel ini telah tayang di tribunpontianak.co.id dengan judul Berharap Mukjizat Anaknya Selamat, Kedua Orangtua Mulyadi Sebut Nyala Kompor Kecil Sebelum Kejadian