Pesawat Sriwijaya Air Hilang
TANGIS PONIJAN Semakin Pilu, Anak Ada di Pesawat Sriwijaya Air, Cucu Baru Dua Bulan di Kandungan
Suasana semakin pilu, Ponijan menangis mengingat anak dan menantunya menjadi korban pesawat Sriwijaya Air. Menantunya sedang hamil dua bulan.
Pernikahannya baru berumur sekitar 50 hari saat kecelakaan pesawat terjadi.
Pasangan Mulyadi-Yeti menikah di Pontianak pada 20 November 2020 lalu.
Menurut Katimah, menantunya Yeti baru saja dikabarkan tengah hamil.

“Minggu lalu ada hubungi, ngasih kabar kalau positif hamil.
Saya bilang alhamdulilah,” kata Katimah, ibunda Mulyadi.
Katimah mengaku tak merasakan firasat apapun sebelum mendengar kabar anak, menantu dan besannya tersebut berada dalam pesawat.
Mulyadi, kata Katimah, memang jarang memberikan kabar jika hendak bepergian.
“Dia ndak pernah ngabari kalau mau ke mana-mana.
Kalau kami ngebel (menelepon) biasanya dia sudah di Papua, di Kaltim.
Kadang sudah di Bandara, waktu kami hubungi,” cerita Katimah.
Meski kedua orangtuanya tinggal di Kabupaten Sintang, sehari-harinya Mulyadi banyak berkegiatan di Jakarta.
Di antaranya adalah sebagai Ketua Bidang Organisasi DPP Partai Hanura.
Sedangkan istrinya beraktivitas di Pontianak, sebagai dosen tetap Program Studi Administrasi Negara Politeknik Negeri Pontianak (Polnep).
Meski tak merasakan firasat buruk, Katimah merasa ada yang janggal pada nyala kompor di rumahnya. Sejak dua hari terkahir, dia merasa nyala api kompor gasnya sangat kecil. Saking kecilnya, air yang dimasak tak bisa mendidih.
“Firasat ndak ada sama sekali, padahal ya tidurnya malam-malam terus.