Pesawat Sriwijaya Air Hilang
TANGIS PONIJAN Semakin Pilu, Anak Ada di Pesawat Sriwijaya Air, Cucu Baru Dua Bulan di Kandungan
Suasana semakin pilu, Ponijan menangis mengingat anak dan menantunya menjadi korban pesawat Sriwijaya Air. Menantunya sedang hamil dua bulan.
TRIBUNJABAR.ID - Suasana semakin pilu, Ponijan menangis mengingat anak dan menantunya menjadi korban pesawat Sriwijaya Air yang belakangan diketahui meledak dan jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta.
Ponijan adalah ayah korban tragedi Sriwijaya Air SJ-182 Mulyadi P Tamsir.
Kejadian tragis pesawat Sriwijaya Air hilang kontak dan meledak itu hampir dipastikan semua penumpangnya tewas.
Namun Ponijan masih berharap ada mukjizat, anaknya Mulyadi dan istrinya Makrufatul Yeti Srianingsih masih hidup.
Baca juga: Mengapa Kecelakaan Pesawat Sering Terjadi di Awal Tahun? Ini Penjelasan Mantan Investigator KNKT
Baca juga: Profil Listyo Sigit Calon Kapolri, Pernah Jadi Ajudan Jokowi hingga Sukses Tangkap Djoko Tjandra
Baca juga: Jumlah Penerima Bansos di Cianjur Berkurang 49 Ribu Jiwa, Kepala Dinsos Jadi Sasaran Warga Mengeluh
Kesedihan Ponijan semakin menjadi karena dia mengetahui sang menantu Makrufatul Yeti Srianingsih ternyata sedang hamil dua bulan.
Mulyadi dan Makrufatul Yeti Srianingsih adalah pasangan muda yang baru menikah akhir tahun lalu.
Sayang, belum sempat menikmati indahnya berumahtangga, kedua pengantin baru ini justru menjadi korban tragedi Sriwijaya Air.
Saat ditemui awak media, mengenakan sarung dan peci, Ponijan tampak tegar dengan kabar yang beredar.

Meskipun belum ada kepastian soal kondisi anak, menantu dan besannya, Ponijan ikhlas dengan kemungkinan terburuk.
“Kita itu bukan milik manusia.
Kami keluarga sudah mengikhlaskan,” kata Ponijan di kediamannya di Jalan Lingkar Sungai Durian, Kelurahan Kapuas Kanan Hulu, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang,” Minggu 10 Januari 2021.
Mulyadi merupakan anak kedua dari tiga bersaudara.
Dia dilahirkan dan dibesarkan dalam keluarga sederhana berlatar belakang petani.
Mulyadi merupakan keluarga transmigran di Desa Semujau Mekar, Kecamatan Ketungau Hilir, Kabupaten Sintang.
Orangtuanya berasal dari Kabupaten Jember, Jawa Timur.