140 Warga Mengungsi Dampak Pergerakan Tanah di Kawali Ciamis, 4 Rumah Rusak Parah
Sebanyak 140 warga memilih meninggalkan rumahnya karena kasus pergerakan tanah yang terjadi di RT 21 dan RT 22 RW 10 Dusun Sukamaju.
Penulis: Andri M Dani | Editor: Giri
Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Andri M Dani
TRIBUNJABAR.ID,CIAMIS – Sebanyak 140 warga memilih meninggalkan rumahnya karena kasus pergerakan tanah yang terjadi di RT 21 dan RT 22 RW 10 Dusun Sukamaju, Desa Talagasari, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis. Jumlah itu tercatat hingga Jumat (8/1/2021) siang.
Sebanyak 140 warga itu berasal dari 50 kepala keluarga (KK). Sebanyak 22 KK (54 jiwa) dari RT 21 dan 28 KK (86 jiwa) dari RT 22.
“Sebagian besar mengungsi ke rumah sanak saudara, baik yang berada di Desa Talagasari maupun di luar Talagasari,” ujar Plt Kabid Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Ciamis, Memet Hikmat, kepada Tribun, Jumat (8/1/2020).
Evakuasi warga terdampak dilakukan secara bergotong-royong maupun mandiri.
Dari asesmen yang dilakukan petugas Pusdalops BPBD Ciamis, kejadian pergerakan tanah yang berlangsung sejak Jumat (1/1) pukul 17.00 sore yang dipicu hujan lebat.
Akibatnya, 21 rumah warga di RT 21 dan RT 22 RW 10 Dusun Sukamaju Desa Talagasari terdampak dan tujuh rumah terancam.
Selain itu, masjid di Blok Panyeuseupan juga terdampak.
Empat rumah sudah runtuh porak-poranda sebagiannya.
Rumah-rumah itu milik Udin Sahrudin, Ratmi, Sutarjo, dan rumah yang dihuni Sunarya sekeluarga.
Keempat rumah yang rusak berat tersebut berada di RT 22.
Baca juga: Kisah Cinta Anak Bupati Subang, Tunangan dengan Ajudan sang Ayah, Berawal Diminta Kawal ke Bandung
Baca juga: Bukan Cuma Wali Kota Bandung Oded yang Positif Covid-19, Orang Terdekatnya Juga Sama
Lokasi permukiman, areal pertanian, kebun, kandang ayam dan kolam yang sudah mengalami pergeseran tanah seluas sekitar 9 hektare.
Jalan desa sepanjang satu kilometer yang melintasi Dusun Sukamaju terus-menerus amblas di beberapa titik.
Selain mengevakuasi warga yang terdampak, upaya yang sudah dilakukan untuk mengurangi risiko bencana, menurut Memet, di antaranya dengan mengeringkan kolam dan sawah, menebang pohon yang lahan yang mulai rengkah-rengkah.
Selain itu juga bergotong-royong menutup retakan tanah untuk mencegah masuknya air hujan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/panawangan-pergerakan-tanah-ciamis.jpg)