Heboh Soal Kencing Hitam, Apa Itu?, Diduga Jadi Penyebab Meninggalnya Orang di Kamp Pembuangan,
Ramai di media sosial perihal kematian sejumlah orang pada zaman Hindia Belanda yang disebut dikarenakan kencing hitam
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sempat ramai di media sosial tentang kencing hitam yang dikaitkan dengan kematian orang pada zaman Hindia Belanda.
Istilah kencing hitam memang masih awam bagi sebagian orang.
Padahal kencing hitam merupakan salah satu gejala atau tanda kalau seseorang terserang malaria.
Untuk mengetahui apa itu kencing hitam, berikut penjelasannya sebagaimana dikutip Tribun Jabar dari Kompas.Com.
Baca juga: Cek Pesan Singkat di Handphone, Kemenkes Kirim SMS Blast untuk Calon Penerima Vaksin Covid-19
Sebuah unggahan foto yang menampilkan "Daftar Nama Digoelis yang Meninggal Dunia Selama Pembuangan pada Zaman Hindia-Belanda" ramai di media sosial Twitter pada Rabu (30/12/2020).
Adapun foto tersebut diunggah oleh akun Twitter @menyangga.
Menurut pemberitaan Kompas.com (18/5/2015), Digoelis merupakan sebutan untuk orang buangan di Digoel.
Menurut sejarawan Anhar Gonggong, awal April 2015 silam, Digoel merupakan semacam kamp konsentrasi yang dibuat kolonial.
Tempatnya sangat terpencil di pinggir Sungai Digoel, yang banyak buaya ganasnya sehingga siapa pun akan sulit melarikan diri.
Boven Digoel terletak di pelosok Papua bagian selatan.
Baca juga: Kolesterol Sering Dikaitkan dengan Sakit Jantung, 5 Makanan dan Minuman Ini Bisa Menurunkannya
Bagi para pejuang pergerakan, daerah itu adalah tempat pembuangan yang paling menyeramkan.
Dalam foto tersebut berisi informasi mengenai 27 nama, asal kelahiran, tanggal meninggal, dan penyebab kematian para Digoelis.
Namun, yang menjadi perhatian warganet yakni penyebab kematian yang dialami Digoelis bernama Moch Tojib.
Diketahui, Moch Tojib meninggal dunia dikarenakan kencing hitam.
Sejauh ini, unggahan tersebut telah di-retwit sebanyak 3.100 kali dan disukai sebanyak lebih dari 13.000 kali oleh pengguna Twitter lainnya.
Disebut merupakan penyakit malaria Selain itu, dalam kolom komentar disebutkan bahwa kencing hitam sebenarnya merupakan gejala malaria.
Akun twitter @kaitokid01 mengatakan, kencing hitam adalah salah satu gejala patognomonik malaria yang disebut juga black water fever.
"Bisa jadi sebenarnya beliau juga kena malaria. Kencing hitam salah satu gejala patognomonik malaria, disebut juga black water fever~ Si malaria ngekostnya di sel darah merah, terus bikin meledug, akhirnya isi dalemannya sel darah merah ntu keluar semua lewat kencing jadi item~" tulis akun @kaitokid01 dalam twitnya.
Baca juga: Vaksinasi Virus Corona di Indonesia, Ada 4 Hal yang Perlu Diketahui
Lantas, bagaimana penjelasan dokter mengenai hal ini? Divisi Metabolik Endokrin Departemen Penyakit Dalam RSCM-FKUI Dr dr Em Yunir membenarkan mengenai istilah "black water fever".
"Betul, itu sesuai dengan black water fever, terutama kejadian yang di daerah endemis malaria. Parasit malaria tumbuh berkembang di dalam sel darah merah," ujar Em Yunir saat dihubungi Kompas.com, Kamis (31/12/2020).
Ia menambahkan, ketika parasit malaria sudah matang, sel darah merah akan pecah dan keluarlah parasit malaria dalam darah.
"Setelah keluar, kemudian diisap lagi oleh nyamuk, sel darah yang pecah mengandung bilirubin yang kemudian larut dalam air kencing," lanjut dia.
Adapun warna kehitaman yang muncul pada air kencing merupakan tanda bahwa ada sel hemoglobin yang mengandung zat besi, saat teroksidasi berubah warna menjadi hitam.
Baca juga: Cobalah Rutin Minum Teh Hangat Tanpa Gula di Pagi Hari, Ini 7 Manfaat Baik yang Bakal Dirasakan
6 penyakit pemicu kencing hitam
Sementara itu, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Endokrin, Metabolik, dan Diabetes, Wismandari Wisnu mengungkapkan, air kencing atau urin berwarna gelap digolongkan dalam urin yang tidak normal.
"Warna kehitaman sendiri merupakan warna yang sangat subjektif, sehingga kemungkinan penyebabnya bisa berbagai kondisi atau penyakit," ujar Wismandari saat dihubungi terpisah Kamis (31/12/2020).
Ia juga menyebutkan ada 6 pemicu atau penyebab air seni menjadi berwarna kehitaman.
Berikut rinciannya:
1. Penyakit hati (hepatitis, sirosis, kanker hati) atau penyakit empedu (batu kandung empedu) atau penyakit pada pankreas (tumor pankreas), bisa menyebabkan warna urin menjad seperti teh, yang kadang tampak seperti kehitaman.
2. Konsumsi obat tertentu, misal obat Tuberculosis, warna urin menjadi kemerahan.
3. Cedera pada otot atau karena konsumsi obat tertentu (misal golongan statin) yang menyebabkan urin berwarna merah seperti darah disebut sebagai rhamdomyolisis.
4. Infeksi saluran kemih, membuat urin menjadi keruh dan berwarna pekat.
5. Alkaptonuria akan membuat urin menjadi hitam. Namun, kondisi ini jarang terjadi.
6. Malaria berat dengan komplikasi salah satunya black water fever.
Sel darah merah pecah (hemolisis), kemudian keluar melaui urin dan seringkali menyebabkan gagal ginjal. Urin akan berwarna merah tua kehitaman.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ramai soal "Kencing Hitam" Disebut sebagai Sebab Kematian Seseorang, Apa Itu?"