Kebingungan Jadi Gejala Covid-19? Berikut Sejumlah Gejala Lain yang Terkait Varian Baru Virus Corona
Kasus Covid-19 belum menunjukkan tanda-tanda makin berkurang, bahkan yang mengejutkan sejumlah negara mengklaim adanya temuan varian baru virus corona
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Jelang akhir tahun kasus Corona Virus belum menunjukkan tanda-tanda makin berkurang, bahkan yang mengejutkan sejumlah negara mengklaim adanya temuan varian baru virus corona.
Hal ini tentu menjadi perhatian banyak negara lainnya terlebih negara-negara yang masih banyak temuan kasus Covid=19.
Kehawatiran adanya temuan varian baru virus corona juga menjadi perhatian Indonesia,
Untuk itu kewaspadaan dan antisipasi juga harus dilakukan oleh berbagai pihak termasuk masyarakat agar disiplin terapkan 3M dan menjaga kesehatan tubuh.
Baca juga: Minumlah Air Mineral Campur Air Perasan Jeruk Nipis, Ini Manfaatnya untuk Kesehatan Tubuh
Dikutip dari Kontan.Id, hingga saat ini, sudah ada delapan negara telah melaporkan adanya temuan varian baru virus corona yang muncul di negaranya.
Adapun negara-negara tersebut, yakni Irlandia Utara, Isreal, Singapura, Denmark, Belanda, Australia, Italia, Gibraltar, dan diduga juga muncul di Perancis, dan Afrika Selatan.
Paling dekat, Singapura mengonfirmasi bahwa mutasi virus corona seperti virus dengan jenis yang sama yang menyebar di Inggris.
Melansir dari Times of India, National Health Service (NHS) pun menyoroti gejala Covid-19 yang kerap dialami pasien saat terinfeksi virus corona jenis baru ini.
Selain gejala umum Covid-19 seperti demam, batuk kering, dan hilangnya indra penciuman dan perasa, ada 7 gejala lain yang dikaitkan dengan varian baru corona.
Berikut di antaranya:
- Kelelahan
- Kehilangan selera makan
- Sakit kepala
Baca juga: Makanan Sehat Ini Ternyata Tak Selalu Baik untuk Kesehatan Tubuh. Apa Saja? Cek Yuk
- Diare
- Kebingungan
- Nyeri otot
- Ruam kulit.
"Jika Anda mengalami gejala apa pun terkait Covid-19, jangan ambil risiko. Anda dan keluarga harus segera melakukan isolasi dan idealnya sesegera mungkin untuk melakukan tes," ucap peneliti dari King's College.
Peringatan WHO
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mendesak anggotanya di Eropa untuk meningkatkan upaya melawan varian baru virus corona SARS-CoV-2 yang menyebar di Inggris.
Di luar Inggris, varian baru virus corona ditemukan pada 9 kasus di Denmark, serta masing-masing 1 kasus di Belanda dan Australia.
"Di seluruh Eropa, di mana penularannya intens dan meluas, negara-negara perlu menggandakan pendekatan pengendalian dan pencegahan mereka," ujar juru bicara WHO, 20 Desember 2020.
Anggota WHO di seluruh dunia diminta merunut virus SARS-CoV-2 dan berbagi data urutan internasional, khususnya bagi negara yang melaporkan adanya mutasi virus yang sama.
Baca juga: Mulai Musim Hujan, Begini TIPS Menjaga Kesehatan Tubuh di Musim Hujan saat Pandemi ala dr Lenny Tan
WHO mencatat, strain baru dari virus corona ini kemungkinan dapat menyebar lebih mudah di antara orang-orang dan memengaruhi tes diagnostik.
"Informasi awal bahwa varian tersebut dapat memengaruhi kinerja beberapa tes diagnostik," tulis WHO.
Keyakinan pembuat vaksin Sementara itu, pembuat vaksin Moderna Inc meyakini kekebalan yang ditimbulkan oleh vaksin buatannya akan melindungi varian baru Covid-19 di Inggris.
Perusahaan itu berencana menjalankan tes untuk memastikan efektivitas vaksin terhadap strain apa pun.
Perusahaan yang berbasis di AS itu menjelaskan akan melakukan tes tambahan vaksin dalam beberapa minggu mendatang untuk memastikan ekspektasinya.
Pernyataan Moderna ini muncul di tengah rencana pemerintah Inggris untuk menempatkan sebagian besar wilayahnya di bawah pembatasan paling ketat.
Baca juga: Luar Biasa Manfaat Kunyit Putih Bagi Kesehatan Tubuh, Atasi Maag, Rematik hingga Oabt Kumur
Hal ini disebabkan oleh munculnya varian baru virus corona yang lebih menular 40-70%.
Pfizer sebelumnya juga telah mengklaim bahwa sampel darah dari orang yang diimunisasi dengan vaksinnya mungkin dapat menetralkan strain baru dari Inggris.
Hingga saat ini, belum ada bukti bahwa vaksin, baik yang dibuat oleh Pfizer dan BioNTech, tidak akan melindungi terhadap varian baru yang dikenal sebagai garis keturunan B.1.1.7 ini. Seperti diketahui, strain baru virus corona yang ditemukan di Inggris ini telah menyebar ke sejumlah negara, termasuk Australia dan Singapura.