Tolak Lamaran 5 Pria Seumuran, Nenek 76 Tahun Menikah dengan Pria Beda Umur 47 Tahun, Ada Kecocokan
Kisah seorang nenek 76 tahun hidup sebatang kara setelah suaminya meninggal. Ia akhirnya menikah dengan pria yang lebih muda 47 tahun darinya.
Penulis: Fidya Alifa Puspafirdausi | Editor: taufik ismail
Baik Jamhar maupun Yainem dengan tulus mencintai satu dengan lainnya.
Jamhar pun tidak merasa malu memiliki istri yang umurnya mungkin lebih tua dengan orang tuanya sendiri.
Lebih lanjut, Tajul mengatakan, pernikahan seperti Yainem dan Jamhar sendiri terbilang sangat langka.
"Selama menjadi kepala KUA sejak tahun 2014, baru kali ini saya menemui pernikahan yang terpaut lebih dari 40 tahun," ucap Tajul.
Tajul berharap rumah tangga Yainem dan Jamhar berjalan lancar.
"Karena sebelumnya keduanya sudah pernah berkeluarga, semoga di rumah tangga ini bisa menemui kebahagiaan," pungkasnya.
Ijab Kabul sepasang kekasih tersebut berlangsung khidmat dengan didatangi sejumlah kerabat dari kedua mempelai.

Yainem mengatakan awalnya ia bertemu Jamhar di Pasar Slahung, setelah beberapa kali ngobrol ternyata antara keduanya ada kecocokan.
Sebulan kemudian keduanya mulai saling menyatakan perasaannya.
"Tapi saya tanya, apa tidak apa-apa. Kamu masih muda lo mas," kata Yainem saat ditemui usai ijab kabul.
Pada saat itu menurut Yainem, Jamhar mengatakan perbedaan umur yang jauh tidak menjadi masalah.
Sehingga keduanya memutuskan untuk melanjutkan hubungannya tersebut ke jenjang yang lebih serius.
Sementara itu, Jamhar mengatakan ia tulus mencintai Yainem.
Menurutnya Yainem bisa memberikan rasa tenang kepada dirinya.
Umur Yainem yang lebih tua, menurutnya justru bisa menjadi pengayom di dalam rumah tangganya.
Ia tidak begitu menghiraukan jikalau ada omongan atau cibiran dari orang lain terkait rumah tangganya.
"Karena saya sudah yakin, ya sudah yakin," jelasnya.