Hasil Tes Swab Keluarnya Lama dan Dikeluhkan, Ini Penjelasannya: Ada Alternatif

Jumlah kematian akibat virus SARS-CoV-2 disebutkan mencapai 1,3 juta, dan pasien yang dikabarkan sembuh mencapai 40 juta jiwa.

Editor: Giri
tribunjabar/handika rahman
Ilustrasi swab test 

TRIBUNJABAR.ID - Belum ada tanda-tanda penyebaran virus corona di dunia berhenti.

Melansir Worldometers, setidaknya 58 juta orang yang terinfeksi di seluruh dunia hingga Sabtu (21/11/2020) malam.

Jumlah kematian akibat virus SARS-CoV-2 disebutkan mencapai 1,3 juta, dan pasien yang dikabarkan sembuh mencapai 40 juta jiwa.

Di Indonesia sendiri, pandemi virus corona telah berlangsung sekitar 8 bulan sejak kasus pertama diumumkan pada awal Maret 2020 lalu.

Dalam upaya penanganan pandemi, sejumlah upaya telah dilakukan pemerintah termasuk menambah sejumlah laboratorium untuk deteksi Covid-19.

Namun sayangnya, masih ada keluhan dari masyarakat perihal lamanya hasil tes swab atau PCR hingga detik ini.

Baca juga: Ramalan Zodiak Pekerjaan Minggu 22 November 2020, Cancer: Hari Ini Anda Merasa Sangat Imajinatif

Hal tersebut salah satunya dikeluhkan oleh netizen dengan akun @irafiya79.

"Pak @ganjarpranowo jateng tidak bisa nambah lab PCR kah? Kami di wonosobo harus menunggu 10-15 hari untuk mengetahui hasil swab kami, dospundi meniko, Pak?"

Lantas mengapa hasil tes swab atau PCR cenderung lama diterima pasien atau masyarakat yang membutuhkan, sehingga orang yang meninggal akhirnya dimakamkan di pemakaman Covid-19 meski akhirnya hasilnya negatif?

Baca juga: Minum Tuak Dicampur Obat Batuk, Pelajar Mabuk di Terminal Tipe A Kota Tasik Digelandang Polisi

Penjelasan

Ahli Patologi Klinis sekaligus Wakil Direktur RS UNS Hartono, Tonang Dwi Ardyanto menilai, lamanya hasil tes swab atau PCR lebih dikarenakan kapasitas yang ada saat ini masih kurang.

“PCR lama karena memang kapasitas kita kurang. Mau tidak mau, tentu masa tunggu lebih lama,” ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (21/11/2020).

Menurutnya kemampuan yang terbatas ini susah apabila harus dipaksakan.

“Target kita sekitar 38.700. Kita pernah mencapainya, tapi dalam 1-2 hari, setelah itu turun lagi. Artinya sebenarnya memang kapasitas kita kurang. Tidak bisa dipaksakan,” katanya lagi.

Guna mengatasi kelemahan ini, solusi yang dapat dipertimbangkan adalah penggunaan tes antigen.

Halaman
12
Sumber: Kompas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved