Breaking News:

UbahLaku

Bukan Cuma Penyuluhan, Dosen-dosen Ini Punya Cara Unik Ajak Warga Cegah Covid-19

Produk sabun cuci tangan dan deterjen yang beredar merupakan produk yang tidak ramah lingkungan yang susah diurai sehingga mencemari lingkungan

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Siti Fatimah
ISTIMEWA

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sejumlah dosen dari Fakultas Farmasi, Universitas Bhakti Kencana melakukan penyuluhan kebiasaan hidup sehat pada masa pandemi Covid-19, di lingkungan RW 14, Pasir Honje, Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cimenyan, Kota Bandung.

Selain memberikan penyuluhan, para dosen ini juga memberikan pelatihan pembuatan sediaan sabun cuci tangan, detergen dan pelembut pakaian dengan bahan yang lebih aman dan ramah lingkungan.

Baca juga: Cegah Covid-19, NasDem Jabar Kampanyekan Olahraga dengan Gowes Sehat NasDem

Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan empat dosen dari Universitas Bhakti Kencana yakni Purwaniati, Denni Fransiska, Helena Marpaung dan Kania Fajarwati.

Purwaniati, selaku ketua kelompok pengabdian dosen ini mengatakan, di tengah kondisi pandemi Covid-19, masyarakat sangat membutuhkan sabun karena dituntut untuk selalu mencuci tangan dan menjaga pola hidup yang bersih dan sehat.

Baca juga: Menwa Unisba - Peduli Hambat Penyebaran Covid-19

"Sediaan untuk mencuci itu terdiri dari sabun cuci tangan, deterjen cair sama pelembut pakaian, tiga produk ini merupakan kebutuhan rumah tangga yang selalu dibutuhkan apalagi dengan kondisi pandemi yang mengharuskan selalu cuci tangan, berarti butuh sabun cuci tangan," ujar Purwaniati, saat dihubungi, Minggu (8/11/2020).

Produk sabun cuci tangan dan deterjen yang beredar di masyarakat sekarang ini, kata dia, merupakan produk yang tidak ramah lingkungan yang susah diurai sehingga mencemari lingkungan.

Baca juga: Angka Kumulatif Covid-19 di Kota Bandung Tembus 2 Ribu, Kasus Baru Karena Pelacakan dan Testing

"Makanya dalam pelatihan ini, kami menggunakan bahan detergen yang lebih ramah lingkungan, bahan dasarnya adalah Metil ester sulfonat (MES), sebagai bahan zat aktif untuk tiga produk tadi, MES ini lebih mudah diurai di lingkungan, tidak mencemari lingkungan," katanya.

Kegiatan ini dilakukan dalam waktu dua hari, pada akhir Oktober 2020.

Hari pertama diisi dengan sosialisasi sejak akhir September, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan produknya.

Baca juga: Pandemi Covid-19, Penggunaan Trend Kosmetik Ikut Berubah, Ini Produk yang Banyak digunakan

"Sebagian produknya kita produksi dulu secara internal sekitar 100 paket, karena (tidak boleh berkerumun) kondisinya masih pandemi ya," ucapnya.

Menurutnya, masyarakat sangat antusias dengan materi yang diberikan para dosen.

Baca juga: Masih Ada Penambahan Kasus Covid-19 di Bandung, Ternyata Ini Penyebabnya, Berikut Saran Epidemiolog

Sehingga tak butuh waktu lama untuk mengajarkan masyarakat bagaimana membuat sabun cuci tangan dan detergen yang lebih ramah lingkungan.

"Pesertanya diikuti perwakilan dari setiap RT masing-masing karena tidak boleh banyak orang. Kita berikan penyuluhan dulu dan mereka antusias untuk membuat sabun dan detergen karena relatif lebih hemat dibanding jika mereka beli produk yang sudah jadi, dan plusnya juga lebih ramah lingkungan," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved