Tetap Beribadah di Tengah Krisis, Ketua YKKJRK: Bantu Sesama Jadi Kewajiban bagi Mereka yang Mampu

Saling membantu dan tolong-menolong antar sesama merupakan sebuah kewajiban yang harus dijalankan umat manusia.

Penulis: Kemal Setia Permana | Editor: Dedy Herdiana
Istimewa
Yayasan Kebhinekaan Kesatuan Jiwa Raga Kami ( YKKJRK) dibantu Tim Javaretro dan Garnisun Tap II/Bandung menggelar bakti sosial pembagian paket 100 paket sembako yang disatukan dengan paket makan siang berupa nasi boks dan botol minuman teh seduh selama dua hari, Minggu dan Senin (25-26/10/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Kemal Setia Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Saling membantu dan tolong-menolong antar sesama merupakan sebuah kewajiban yang harus dijalankan umat manusia.

Terlebih jika menolong sesama dilakukan saat krisis melanda negeri di mana setiap orang merasakan dampak akibat dari krisis yang terjadi. Seperti saat ini ketika krisis melanda akibat pandemi Covid-19.

Tak dipungkiri bahwa pandemi ini telah melahirkan krisis di berbagai lini kehidupan manusia, tidak saja di bidang kesehatan, melainkan merambah ke bidang lain, terutama bidang ekonomi yang memberi dampak terhadap kesejahteraan masyarakat.

Hal ini diungkapkan Ketua Yayasan Kebhinekaan Kesatuan Jiwa Raga Kami ( YKKJRK), Petrus Adamsantosa, yang tetap setia dan konsisten "melayani" masyarakat tidak mampu dan terdampak pandemi, melalui kegiatan bakti sosial (baksos) yang dilakukan secara rutin seminggu dua kali (dua hari).

Adam mengatakan bahwa membantu sesama yang kurang mampu, dan semakin terburuk karena terdampak pandemi, merupakan kewajiban mereka bagi yang mampu terhadap sesama di sekitar mereka.

"Membantu sesama merupakan sebuah kewajiban, karena ini juga sebagai ibadah kita terhadap Tuhan di tengah krisis," ujar Adam di sela baksos yang digelar Minggu dan Senin (25-26/10/2020).

Baksos yang digelar dua hari, Minggu dan Senin kemarin, mengagendakan pembagian paket 100 paket sembako yang terdiri dari gula, beras dan saus cabe, yang disatukan dengan paket makan siang berupa nasi boks dan botol minuman teh seduh.

Hari pertama, Minggu, Tim Javaretro dan Garnisun Tap II/Bandung, di bawah pimpinan Sigid dan Anto membagikan 29 paket secara random di sepanjang jalan Kota Bandung.

Tim kemudian meneruskan pembagian sebanyak 29 paket yang juga diagikan Tim Garnisum di bawa koordinator Ngadiso, dibantu Aji, staf Javaretro, di sepanjang jalan Kota Bandung secara random. Total 58 paket tersalurkan pada hari pertama.

Pada hari kedua, Senin, sebanyak 10 paket dibagikan di wilayah Gunung Batu di bawah koordinator Restu. Sasarannya adalah keluarga penyandang disabilitas atau difabel.

Kemudian sebanyak 30 paket dibagikan untuk area Cipedes oleh Yanto dengan sasaran anak dan orang tua keluarga pemulung. Sisanya dibagikan di sejumlah wilayah lain seperti Kebon Kopi dan Buahbatu,

"Cakupan area pembagiannya sangat luas, mulai dari Antapani, Sukamiskin, Kosambi, Pungkur, Tegallega, Sukajadi, Jalan Jakarta dan beberapa wilayah lain," kata Adam yang juga pemilik Javaretro Suites Hotel.

Adam berharap bahwa meskipun baksos ini bersifat terbatas, namun pihaknya telah berupaya memberikan bantuan kepada mereka yang sangat membutuhkan di era pandemi ini. Dia berharap bantuan ini akan memberikan berkah bagi penerima manfaat.

"Masih banyak yang lebih berwenang melakukan ini (baksos), namun kami tetap melakukannya sebagai keikhlasan kami dan sebagai bentuk ibadah di masa krisis ini. Meski cuaca buruk, di tengah hujan, dari pagi sampai malam, tim tetap bersabar dan tabah membagikan paket-paket sembako kepada mereka yang membutuhkan. Namun kami selalu ikhlas dan bahagia menjalaninya," ujarnya. (adv/kemal setia permana)

Baca juga: Berbagi Makanan dan Sembako, Ketua YKKJRK: Anggaplah Orang Lain Lebih Utama dari Diri Sendiri

Baca juga: Buka Hati Saling Peduli, Ketua YKKJRK: Menerima dan Memberi adalah Mekanisme Surgawi

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved