Vaksin Saja Tidak Cukup, Perkuat Sistem Imun Anak untuk Cegah DBD, Begini Caranya
Mencegah terjangkit pilihan terbaik dengan menghindari dan mengurangi nyamuk Aedes yang jadi vektor dengan melakukan 4M plus dan menjaga imun tubuh
Tetapi, selama masa pandemi ini sebaiknya olahraga tidak dilakukan di luar rumah, apalagi bersama teman-temannya dan orang lain.
Sebagai gantinya, orang tua bisa mengajak mereka untuk olahraga di halaman rumah dan melakukan senam peregangan di sela-sela aktivitas rutinnya.
4. Pastikan kebutuhan cairannya terpenuhi
Daya tahan tubuh bisa ditingkatkan melalui pemenuhan nutrisi. Disamping nutrisi makro dan mikro dari makanan, cairan juga merupakan komponen penting dalam tumbuh kembang anak.
Dilansir dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), berikut ini merupakan kebutuhan cairan yang bisa didapatkan dari air mineral, susu, atau jus buah berdasarkan usia, yaitu:
0 – 6 bulan memerlukan cairan 700 mililiter (mL) per hari;
7 – 12 bulan memerlukan cairan 800 mL/hari;
1 – 3 tahun memerlukan 1300 mL/hari;
4 – 8 tahun memerlukan 1700 mL/hari;
9 – 13 tahun memerlukan 2400 mL/hari (laki-laki) dan 2100 mL/hari (perempuan); serta
14 – 18 tahun memerlukan 3300 mL/hari (laki-laki) dan 2300 mL/hari (perempuan).
5. Membiasakan si kecil tidur cukup
Memperoleh tidur berkualitas sama pentingnya dengan memenuhi kebutuhan nutrisi bergizi untuk tubuh.
Dilansir dari situs IDAI, tidur akan memperbaiki kemampuan anak untuk fokus dan berkonsentrasi, menghilangkan lelah dan mengembalikan tenaga, serta memelihara daya tahan tubuh.
Sebaliknya, kurang tidur bisa menjadi faktor penyebab melemahnya daya tahan tubuh sehingga tubuh lebih mudah terserang penyakit, termasuk DBD.