Vaksin Saja Tidak Cukup, Perkuat Sistem Imun Anak untuk Cegah DBD, Begini Caranya

Mencegah terjangkit pilihan terbaik dengan menghindari dan mengurangi nyamuk Aedes yang jadi vektor dengan melakukan 4M plus dan menjaga imun tubuh

Editor: Siti Fatimah
Pixabay
gejala dan cara pencegahan demam berdarah atau DBD 

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG -Wabah Covid-19 tidak membuat kita lupa bahwa masih ada penyakit lain yang juga harus diperhatikan dan masih saja ada pasien yang meninggal akibat penyakit ini, yakni demam berdara atau DBD.

Kasus DBD tidak saja menyerang orang dewasa tapi juga anak-anak, karena itu peran orangtua termasuk anggota keluarga untuk menerapkan hidup bersih dan sehat perlu dilakukan untuk cegah DBD.

Upaya lainnya adalah dengan perkuat sistem imun anak, karena vaksin saja tidak cukup bila tidak dibarengi dengan upaya menjaga sistem imun anak serta menjaga kebersihan tempat tingal.

Dikutip TribunJabar.Id dari Jovee.Id, sebenarnya, prinsip utama dalam pencegahan DBD adalah menghindari gigitan nyamuk Aedes.

Tetapi, memperkuat kekebalan tubuh anak juga tidak kalah penting. 

“Sebenarnya sudah ada vaksin dengue (vaksin Dengvaxi a) namun vaksin tersebut memiliki keterbatasan yaitu hanya dapat digunakan syarat untuk anak usia 9 – 16 tahun yang sebelumnya sudah pernah terinfeksi virus dengue (seropositif),” jelas dr Irma Lidia, tim dokter Jovee.

Irma mengatakan, vaksin itu bertujuan mengurangi risiko kejadian dan keparahan demam berdarah dengue. Vaksin Dengvaxia cukup mahal dan tidak semua anak dapat divaksin.

Karena itu mencegah terjangkit tetap pilihan yang baik dengan cara menghindari  dan mengurangi nyamuk Aedes yang jadi vektor dengan melakukan 4M plus dan menjaga imun tubuh.

Di bawah ini ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menguatkan sistem imun si kecil, yakni:

1. Perbanyak konsumsi vitamin C

Ketika daya tahan tubuh melemah, kemampuan tubuh dalam melawan patogen penyebab penyakit pun ikut berkurang.

Salah satu cara yang bisa Anda lakukan untuk memperkuat sistem imun anak supaya terhindar dari infeksi DBD adalah mencukupi kebutuhan vitamin C. 

Jika asupannya tercukupi, vitamin C dapat mengoptimalkan produksi sel darah putih, khususnya limfosit dan fagosit.

Kedua sel darah tersebut membantu melindungi tubuh dari infeksi. 

Vitamin C juga membuat fungsi sel darah putih menjadi lebih efektif dan melindunginya dari kerusakan akibat molekul berbahaya, seperti radikal bebas.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved