Breaking News:

Ditengah Pandemi Covid-19, Festival Ekonomi Syariah Bisa Jadi Stimulus Pemulihan Ekonomi

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan mendukung akselerasi ekonomi dan keuangan syariah, begitu juga 5 Kepala Daerah lainnya

Penulis: Siti Fatimah | Editor: Siti Fatimah
ISTIMEWA

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sebagai upaya mewujudkan visi Indonesia menuju negara kesatuan yang maju, diperlukan berbagai upaya transformasi ekonomi untuk memperkuat struktur perekonomian, sehingga mampu tumbuh secara berkesinambungan dalam jangka menengah-panjang.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat, Herawanto mengatakan, transformasi ekonomi tersebut ditempuh tidak hanya melalui penguatan berbagai sektor, namun juga melalui pengembangan ekonomi dan keuangan syariah sebagai alternatif penting untuk dikembangkan melengkapi ekonomi konvensional yang sudah lebih awal berkembang.

"Alternatif pilihan ini hadir karena ekonomi dan keuangan syariah mampu memberikan manfaat dan nilai tambah yang baik kepada semua manusia, mahluk lainnya dan juga kepada alam lingkungannya tanpa memandang Suku, Ras dan Agamanya, sebagaimana konsep rahmatan lil alamin yang kita yakini bersama," kata Herawanto pada pembukaan  Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Regional Jawa 2020 yang digelar secara virtual, Senin (5/10/2020).

Isi Lengkap RUU Cipta Kerja yang Sudah Disahkan Jadi Undang-undang dan Memantik Protes Buruh

Tentu saja, kata Herawanto,  agar bisa menjadi alternatif pilihan yang baik bagi masyarakat Indonesia, diperlukan strategi pengembangan yang komprehensif dan terintegrasi agar implementasinya dapat terakselerasi dengan efektif.

Menyadari hal tersebut,  menurut Herawanto, sebagai bagian dari bauran kebijakannya, Bank Indonesia merancang Blueprint Ekonomi dan Keuangan Syariah dan telah diimplementasikan sejak tahun 2017, dengan visi mendukung terwujudnya Indonesia sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah global.

Dalam Blueprint tersebut, kerangka strategis pengembangan didukung tiga pilar utama yang saling terkait.

Pilar Pertama berupa Pemberdayaan Ekonomi Syariah, Pilar Kedua berupa Pendalaman Pasar Keuangan Syariah, dan Pilar Ketiga terkait Riset, Asesmen dan Edukasi.

Ketiga pilar utama ini diperkuat dengan penggunaan teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi serta akselerasi jangkauan implementasi.

BPSDM Jabar Tingkatkan Kompetensi ASN Lewat Corpu, Sekda: Jawa Barat Bisa Jadi Percontohan Nasional

"Sejalan dengan implementasi Blueprint Ekonomi dan Keuangan Syariah tersebut, Bank Indonesia kembali menyelenggarakan Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Regional Jawa 2020 sebagai salah satu rangkaian kegiatan Road to Indonesia Syariah Economic Festival (ISEF) 2020, yang merupakan gelaran berskala nasional berupa showcase capaian berbagai kegiatan di bidang ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia," katanya.

Fesyar Regional Jawa 2020 merupakan hajatan bersama Bank Indonesia dengan berbagai pemangku kepentingan di 5 provinsi se-Jawa telah memasuki kali ke-7, namun pertama kalinya dilaksanakan secara virtual dan akan berlangsung selama 6 (enam) hari, sejak 5 sd 10 Oktober 2020 dengan mengambil tema “Akselerasi Peran Ekonomi Syariah dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Regional”.

Rangkaian Fesyar Regional Jawa 2020 terdiri dari Sharia Forum dan Sharia Fair. Sharia Forum merupakan rangkaian kegiatan seminar, talkshow & workshop serta business coaching, sedangkan Sharia Fair menghadirkan virtual expo, fashion show, coaching clinic dan business matching. Gelaran Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Regional Jawa 2020 secara resmi dibuka oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Dody Budi Waluyo dan dihadiri oleh seluruh Kepala Daerah dan Pimpinan Bank Indonesia di wilayah Jawa.

Berapa Pesangon yang Didapatkan Pekerja Jika Kena PHK di UU Cipta Kerja?

Di awal acara, seluruh Kepala Daerah di 5 provinsi di wilayah Jawa menyampaikan sambutan dan komitmen mengenai upaya yang telah dilakukan dalam mendukung akselerasi peran ekonomi syariah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi regional.

Para kepala daerah ini berharap Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Regional Jawa 2020 ini jadi momentum pertumbuhan ekonomi syariah.

Untuk mendukung penetapan Indonesia sebagai destinasi wisata halal terbaik dunia 2019 oleh Global Muslim Travel Index, Jawa Barat juga telah menyusun pedoman pariwisata halal sebagai standarisasi pariwisata halal di Indonesia dari aspek destinasi, pemasaran, dan industri juga kelembagaan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved