Kamis, 7 Mei 2026

Dedi Mulyadi Tegaskan Ogah Bayari Utang Warga yang Datang ke Lembur Pakuan, Kenapa?

kata Dedi Mulyadi, untuk masalah utang piutang pribadi yang dikeluhkan warga tidak akan ditanggapi.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Ravianto
Tribun Jabar/Ahya Nurdin
NIKMATI LEMBUR PAKUAN - Pengunjung menikmati suasana di Lembur Pakuan di Kampung Sukadaya, Desa Sukasari, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang, Sabtu (12/7/2025). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Seakan tak ada habisnya, warga dari berbagai daerah di Jawa Barat terus berdatangan ke Lembur Pakuan, rumah Dedi Mulyadi di Subang.

Mereka datang dengan beragam persoalan, mulai dari masalah kesehatan, ekonomi, pendidikan, hingga utang pribadi.

Meski menyediakan posko khusus untuk menampung aduan, Gubernur Jawa Barat ini menegaskan bahwa tidak semua permohonan bisa dipenuhi, terutama terkait masalah utang piutang.

"Ada yang datang anaknya sekolah minta dibantuin tas, sepatu dan sejenisnya, ada yang datang juga karena masalah hutang piutang, dan ada yang datang sekedar ingin foto, atau curhat masalah keluarga," ujar Dedi Mulyadi, dikutip Kamis (11/9/2025).

Dikatakan Dedi, warga yang mengadukan berbagai persoalan ini, jumlahnya sangat banyak, sehingga pihaknya mendirikan posko khusus untuk menerima aduan, termasuk mengalokasikan anggaran untuk menyediakan makanan bagi warga yang datang.

"Karena yang datang kami perhatikan punya kebutuhan untuk makan, sehingga kami siapkan sepenuhnya, dan di situ ada dua petugas, namanya Windy, Mega, dan satu lagi adalah H. Mumu. Bagi mereka yang kesulitan transport pulangnya," katanya.

Baca juga: Respons Dedi Mulyadi soal Cecep "Preman Pensiun" Curhat Sulit Urus Izin Masjid, Colek Bupati Garut

Dedi Mulyadi mengaku selalu berusaha memenuhi permintaam transport agar warga bisa pulang ke rumahnya dengan tenang.

Bahkan tak sedikit yang datang dari luar Provinsi Jabar pun, mendapatkan bantuan.

"Kami juga selalu berusaha untuk memberikan bantuan agar dia sampai ke Provinsinya dengan baik," katanya. 

LEMBUR PAKUAN - Suasana di persawahan Lembur Pakuan di Kampung Sukadaya, Desa Sukasari, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang, Sabtu (12/7/2025).
LEMBUR PAKUAN - Suasana di persawahan Lembur Pakuan di Kampung Sukadaya, Desa Sukasari, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang, Sabtu (12/7/2025). (Tribun Jabar/Ahya Nurdin)

Namun, kata Dedi, untuk masalah utang piutang pribadi yang dikeluhkan warga tidak akan ditanggapi.

"Tetapi saya tegaskan di sini, untuk layanan, pengobatan kami pasti membantunya, untuk layanan hukum kami siapkan pengecara free tidak usah dibayar, untuk yang laporan di APH belum ditindaklanjuti, selama ini selalu dengan cepat direspon dan ditindaklanjuti," katanya.

"Kemudian untuk yang mengalami problem keuangan karena hutang-piutang mohon maaf kami tidak bisa memenuhi, karena ini akan menimbulkan efek yang sangat buruk bagi saya, bisa jadi orang ngantre datang minta dibayarin utang, dan ini akan menimbulkan problem," katanya. 

Dedi Mulyadi menegaskan, pihaknya tidak akan melarang kunjungan ke Lembur Pakuan dan akan memprioritaskan bantuan dengan pertimbangan kemanusiaan.

Namun ke depan, pihaknya tidak akan memaksakan diri untuk terus memfasilitasi warga yang datang.

"Mana kala kami tidak punya lagi kemampuan untuk membantunya, kami tidak bisa memaksakan diri untuk melayani ribuan orang, karena hutang piutang, dan untuk pulang ke rumahnya masing-masing selalu kami menyiapkan transport sampai rumahnya, baik yang berasal dari Jabar atau maupun luar, karena pertimbangan-pertimbangan kemanusiaan kami lebih utamakan " katanya. 

"Untuk itu saya menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan layanan kami, dan kami ingi berusaha berikan yang terbaik tapi berdasarkan kemampuan yang kami miliki," tambahnya.(*)

 

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved