Selasa, 9 Juni 2026

Resiko Alami Gangguan Kesehatan Seksual,Ini Hasil Riset Soal Keseringan Bersepeda

Salah satu kekhawatiran terkait dengan olahraga bersepeda adalah anggapan bahwa terlalu sering bersepeda dapat memicu disfungsi ereksi atau impotensi

Tayang:
Editor: Siti Fatimah
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
ilustrasi 

Dalam penelitian tersebut dijelaskan bahwa kesehatan seksual dan urologi tidak terkena dampak negatif karena bersepeda, terutama jika dibandingkan dengan renang atau lari. 

"Kami percaya hasilnya akan memberi semangat bagi para pesepeda," ungkap Dr Benjamin Breyer, co-author penelitian ini dikutip dari Newsweek. 

"Bersepeda memberikan manfaat kardiovaskular yang luar biasa dan berdampak rendah pada sendi," sambung ahli urologi dari University of California-San Francisco tersebut. 

Tak Disadari, 11 Kebiasaan Harian Ini Bisa Bikin Penis Loyo, Termasuk Kegemaran Bersepeda, Kok Bisa?

Penelitian ini sendiri melibatkan 2.774 pesepeda, 539 perenang, dan 789 pelari.

Para peneliti kemudian mengumpulkan berbagai kuesioner tentang kesehatan seksual, gejala prostat, dan gejala prostatitis kronis dalam tambahan pertanyaan mengenai infeksi saluran kemih, striktur uretra, mati rasa genital, dan luka di area selangkangan. 

Peserta juga ditanya tentang kebiasaan mereka bersepeda, mulai dari intensitas bersepeda, kondisi jalan, hingga tipe sadel yang mereka gunakan. 

Para peserta ini kemudian terbagi menjadi dua kelompok, yaitu orang yang bersepeda lebih dari tiga kali per minggu selama lebih dari 2 tahun dengan jarak tempuh rata-rata 40 km sehari dan kelompok yang tidak memenuhi standar tersebut. 

Hipotesis sebelumnya menekankan bahwa tekanan pada area genital secara berkepanjangan dan trauma mikro selama bersepeda mengakibatkan dampak kesehatan reproduksi negatif.

Rutin Bersepeda Punya Manfaat Baik Bagi Tubuh, dari Menurunkan Berat Badan hingga Memperkuat Otot

Namun hal ini disebut tidak tepat secara ilmiah oleh Breyer dan timnya. 

"Kami percaya bahwa manfaat kesehatan yang dinikmati oleh pesepeda yang mengendarai dengan aman jauh lebih besar daripada risiko kesehatan," kata Breyer. 

Temuan ini mengungkapkan bahwa pesepeda memiliki risiko kesehatan seksual dan saluran kencing yang sama dengan perenang maupun pelari. 

Tapi, beberapa pesepeda, bagaimanapun, lebih rentan mengalami struktur uretra (penyempitan saluran kemih).

Selain itu, salah satu temuan yang mengejutkan dalam penelitian ini adalah para pesepeda intensitas tinggi justru memiliki fungsi ereksi yang lebih baik dibandingkan pesepeda intensitas rendah. 

Dengan kata lain, baik karakteristik sepeda maupun jalan tampaknya tidak berdampak negatif terhadap kesehatan seksual pesepeda pria. 

Penelitian ini juga menemukan bahwa menurunkan stang lebih pendek daripada sadel meningkatkan mati rasa di area gentital dan luka di selangkangan.

Tak Hanya Menyenangkan, Bersepeda juga Baik untuk Kesehatan Tubuh

Sumber: Kontan
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved