Rabu, 27 Mei 2026

Kompres Bisa Redakan Migrain, Ini Cara Lain Obati Sakit Kepala Migrain

Meski penyebab migrain tak bisa dipastikan, ada beberapa hal yang memicu munculnya rasa berdenyut di sebagian kepala.

Tayang:
Editor: Siti Fatimah
Migraintreatmentgroup
Ilustrasi Migrain 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG  - Orang biasanya menyebut sakit kepala sebelah dengan sebutan migrain, padahal migrain sebenarnya adalah jenis sakit kepala yang bisa berlangsung beberapa jam atau bahkan sepanjang hari.

Meski penyebab migrain tak bisa dipastikan, ada beberapa hal yang memicu munculnya rasa berdenyut di sebagian kepala.

Namun jangan khawatir, migrain bisa diredakan dengan sejumlah cara salah satunya dengan kompres dan istirahat di tempat gelap dan tenang.

Dikutip TribunJabar.Id dari Kontan.Id, melansir dari Family Doctor, ada beberapa tipe migrain yang biasanya dirasakan oleh seseorang. Misalnya, classic migrain, common migrain, migrain tanpa sakit kepala, hemiplegic migrain.

Secara umum, migrain membuat aktivitas Anda terganggu karena Anda akan merasa kesakitan. Setiap orang pun memiliki kondisi yang berbeda saat mengalami migrain.

Biasanya, tubuh akan mengirimkan sejumlah sinyal sebelum Anda benar-benar merasakan munculnya migrain.

Beberap sinyal yang mungkin Anda rasakan adalah perubahan mood, haus, dan lapar.

Penyebab migrain

Melansir Family Doctor, penyebab migrain memang belum bisa dipastikan, tapi ada kemungkinan perubahan hormon serotonin adalah penyebabnya.

Serotonin merupakan salah satu hormon dalam tubuh yang memegang banyak fungsi, sehingga memengaruhi pembuluh darah. Saat serotonin meningkat, pembuluh darah akan menyusut. 

Sedangkan saat serotonin menurun, pembuluh darah akan melebar.

Anda bisa merasa kesakitan saat pembuluh darah melebar atau membengkak.

Selain masalah hormon, para peneliti juga menduga penyebab migrain lainnya, yaitu gen atau riwayat keluarga.

Menurut The American Migrain Foundation, jika salah satu orangtua memiliki migrain, maka kemungkinan anak-anak mengalami hal yang sama adalah 50%.

Sementara kalau kedua orangtua memiliki migrain, kemungkinan tersebut bertambah menjadi 75%.

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved