Yuk Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan, Ternyata Covid-19 Menyebar Lebih Mudah dari yang Dikira
Laporan WHO yang menyatakan kemungkinan penyebaran virus corona lewat udara juga didukung oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kasus Covid-19 di Indonesia termasuk di negara lain masih menunjukan peningkatan.
Meski pemerintah setempat terus melakukan sosialisasi pencegahan termasuk menerapkan sejumlah aturan protokol kesehatan, namun pasien terkonfirmasi positif masih saja bertambah.
Hal ini kerap memunculkan sejumlah pertanyaan.
Dikutip TribunJabar.Id dari Kompas.Com, sejak masa awal pandemi Covid-19 merebak, salah satu perdebatan yang kerap muncul adalah kemungkinan virus corona menyebar lewat udara atau tidak.
Dalam laporan resmi yang diunggah pada awal Juli lalu, Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO) menyebutkan virus corona memang bisa menyebar melalui udara.
• BREAKING NEWS: Penambahan Masih di Atas 4.000, 20 Kota/Kabupaten Belum Mencatat Kasus Covid-19
Namun, masih banyak pihak yang meragukan kesimpulan tersebut.
Nah, belum lama ini, laporan WHO yang menyatakan kemungkinan penyebaran virus corona lewat udara juga didukung oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat.
Di situs resminya, CDC menyebutkan virus corona dapat menyebar melalui tetesan liur (droplet) atau partikel kecil yang diproduksi seseorang saat bernapas.
"Virus di udara, termasuk Covid-19 paling menular dan mudah menyebar," demikian penjelasan dalam situs CDC.
Sebelum panduan itu diperbarui, CDC menyatakan, Covid-19 diperkirakan menyebar saat seseorang berada dalam jarak dekat dengan orang lain, sekitar dua meter.
• Kembali, Perubahan Anggaran 2020 Jabar Difokuskan untuk Tangani Dampak Covid-19
CDC juga menyebutkan, Covid-19 bisa menyebar lewat tetesan pernapasan saat seseorang yang terinfeksi virus berbicara dan mengalami batuk atau bersin.
Penjelasan di laman tersebut diperbarui pada Jumat (18/9/2020). "Covid-19 menyebar lewat tetesan pernapasan atau partikel kecil seperti aerosol yang dihasilkan saat seseorang yang terinfeksi virus batuk, bersin, bernyanyi, berbicara, atau bernapas."
Partikel tersebut dapat memicu infeksi ketika terhirup oleh hidung, mulut, saluran udara, dan paru-paru. "Ini dianggap sebagai cara utama penyebaran virus," demikian penjelasan yang tertulis.
Laman CDC pun menambahkan, ada bukti tetesan pernapasan dan partikel bisa bertahan di udara dan terhirup orang lain, serta menyebar lebih dari jarak dua meter.
• Keluarga Pengusaha Ternama di Tasikmalaya Terpapar Covid-19, Pulang Wisata dari Sumatra, 2 Meninggal
"Secara umum, ruangan tertutup tanpa ventilasi yang baik meningkatkan risiko ini."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/gambar-virus-covid-19.jpg)