YKKJRK Gelar Baksos Kemanusiaan Menyapa dengan Kasih

Raut wajah sayu yang bercampur rona haru tersirat di wajah Deni, seorang pengamen tunanetra di Gunung Batu, Cimahi.

Penulis: Kemal Setia Permana | Editor: Giri
TRIBUN JABAR/KEMAL SETIA PERMANA
Anggota Garnisun Tap II/Bandung memberikan bantuan paket sembako dan nasi boks serta minuman siap saji dari YKKJRK kepada para pemulung, Minggu (6/9). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Kemal Setia Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Raut wajah sayu yang bercampur rona haru tersirat di wajah Deni, seorang pengamen tunanetra di Gunung Batu, Cimahi.

Saat itu ia menerima bingkisan paket sembako dan nasi boks serta minuman dari Restu, Senin (7/9/2020).

Restu adalah koordinator difabel yang menyalurkan paket-paket bantuan sembako dan nasi boks plus minuman dari Yayasan Kebhinekaan Kesatuan Jiwa Raga Kami ( YKKJRK) yang diketuai Petrus Adamsantosa

Kepada Restu, Deni mengatakan, kondisi tubuhnya sedang tidak baik karena mengalami sakit diabetes dan lambung kronis.

"Saya tidak bisa bekerja mencari nafkah kalau kondisinya begini (sakit), makanya saya sangat berterim kasih dengan adanya bantuan sembako paket makanan nasi boks dan minuman yang diberikan Pak Petrus Adamsantosa dari YKKJRK yang diberikan melalui saudara Restu ini," tutur Deni.

Menurut Restu, Deni mengalami sakit diabetes dan lampung kronis, yang seharusnya memerlukan bantuan pengobatan dari rumah sakit.

Namun karena ketidakmampuan dia membayar biaya pengobatan, ditambah keanggotaan BPJS Kesehatan yang terhenti akibat menunggak, membuat dia terpaksa harus diam di rumah saja.

Alasan ketiadaan biaya membayar iuran BPJS menjadi salah satu faktor yang membuat Kartu Sehat itu tak bisa digunakan. 

Hal itu pula menjadi salah satu faktor YKKJRK terus menggelar kegiatan bakti sosial (baksos) rutin setiap minggu selama dua hari, Minggu dan Senin, dan rutin digelar sejak 2018, dibantu oleh Tim Javaretro dan TNI dari Kogartap II/Bandung.

"Kami senantiasa membuka mata dan hati bahwa masih begitu banyak saudara-saudara kita yang membutuhkan bantuan, terlebih di tengah pandemi seperti ini. Mereka selalu berpikir jangankan membeli masker atau handsanitizer, untuk makan sehari-hari pun harus bekerja keras sehari penuh dari pagi hingga malam di jalanan," ujar Adam di sela baksos.

Menurut Adam, pihaknya sekuat mungkin memahami akan kebutuhan yang paling utama yaitu makanan berupa beras dan sembako lainnya.

Oleh sebab itu, setiap minggu pihaknya menelusuri jalan secara langsung agar bantuan yang diberikan tepat  sasaran.

Adam meyakini bahwa bantuan akan lebih bermanfaat bagi yang sangat membutuhkan. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved