Ketua YKKJRK : Mari Menyangkal Kepentingan Pribadi dan Lebih Baik Berbagi

Ketua YKKJRK, Petrus Adamsantosa yang bekerjasama dengan tim Javaretro dan TNI dari Kodam III/Siliwangi tak kenal lelah terus menggelar bakti sosial

Penulis: Kemal Setia Permana | Editor: Dedy Herdiana
Istimewa
Para pemulung di salah satu ruas jalan Kota Bandung menerima bingkisan paket sembako dan makanan siang siap saji dari Tim Kodam III/Siliwangi yang bekerjasama dengan YKKJRK selaku penyelenggara baksos. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Kemal Setia Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Di penghujung bulan Kemerdekaan ini, semangat masyarakat masih membara untuk memerangi Covid-19 dengan senjata lengkap yang berbeda dari biasanya yaitu masker , cuci tangan setiap waktu, dan berjaga jarak aman.

Tidak mudah tentunya untuk sebagian masyarakat yang mempunyai rumah tinggal dan bekerja di jalanan, hingga makan pun terpaksa di jalanan, bahkan seluruh aktivitas pun dilakukan di luar rumah dan tidak memugkinkan juga untuk berjaga jarak .

Hal itu diungkapkan Ketua Yayasan Kebhinekaan Kesatuan Jiwa Raga Kami (YKKJRK), Petrus Adamsantosa yang bekerjasama dengan tim Javaretro dan TNI dari Kodam III/Siliwangi tak kenal lelah terus menggelar aksi bakti sosial rutin sebanyak dua hari setiap pekan.

Ketua YKKJRK, Petrus Adamsantosa : Mari Lakukan yang Terbaik Seolah Bagi Tuhan

"Kami sekuat mungkin untuk mengerti akan kebutuhan yang paling utama yaitu makanan berupa beras dan sembako lainnya. Oleh sebab itu, setiap minggu kami menelusuri jalan secara langsung karna memang (bantuan baksos sembako dan paket makanan) harus tepat sasaran. Kami percaya bantuan akan lebih bermanfaat bagi yang sangat membutuhkan. Kami kembali dengan kegiatan rutin baksos di sepanjang jalan Kota Bandung," tutur Adam di sela baksos Minggu dan Senin (30-31/8/2020).

Seperti pekan sebelumnya, baksos kali ini pun membagikan paket sembako yang berisi beras, gula, serta paket kesehatan dan makanan berupa sabun Detol antiseptik, botol minum dan misting plastik yang berisikan makanan siang siap saji.

Petrus Adamsantosa : Berbagi Sambil Tersenyum adalah yang Terbaik Dilakukan pada Masa Ini

Total paket bantuan mencapai hampir 200 paket. Pembagian paket di lakukan dua hari yaitu Minggu dan Senin oleh dua tim yakni Tim Javaretro dan oleh Tim Kodam III/ Siliwangi.

Di hari pertama, Minggu, sebanyak 90 paket dibagikan Tim Javaretro, dengan koordinator Sigid dan Anto, di sejumlah ruas jalan Kota dan Kabupaten Bandung yang meliputi wilayah Cilenyi, Ujungberung, Rancaekek, Jalan Suci, Jalan Radio, Sukamiskin, Cicaheum, Antapani, Cibayut, Suniaraja, hingga Jalan Andir (50 paket).

Pembagian paket dilanjut oleh Tim Kodam III/Siliwangi di bawah komando Serka Toni yang meluncur ke wilayah Paster, Jalan Aceh, Jalan Sumatera, Jalan Belitung, serta sekitar Kantor Garnisun Tap II/Bandung (40 paket).

Adam mengatakan bahwa pada hari kedua, Senin, segenap tim baksos dikejutkan dengan bangunan salah satu tempat bernaung pemulung yang sudah roboh di area Permata.

Salah satu tempat penampungan pemulung di daerah belakang Permata yang kini lenyap dan tinggal menyisakan rongsokan kayu-kayu bekas.
Salah satu tempat penampungan pemulung di daerah belakang Permata yang kini lenyap dan tinggal menyisakan rongsokan bambu dan kayu bekas. (Istimewa)

Bambu yang sudah bergeletakan menumpuk dan fondasi bangunan, semuanya sudah rata dengan tanah serta di tutup oleh lembaran seng alumunium.

"Pandangan kami sontak terkejut dengan lahan yang sekarang kosong tanpa ada satu orang pun disana. Tempat yang sering kami singgahi ini adalah tempat para anak asuh pemulung daerah Permata (belakang Hotel Garden Permata). Tidak ada lagi wajah anak-anak mungil dan orang tua yang sedang membereskan rongsok saat itu," kata Adam.

Tim Javaretro pun langsung bergegas mencari info, ternyata mereka terpaksa pulang ke kampung halaman masing-masing karena mereka digusur oleh pemilik lahan yang biasa mereka tempati sebagai tempat tinggal selama ini.

"Lahan itu hendak di jadikan kost-kostn oleh pemilik lahan," ujar salah satu pemulung yang di temui Tim Javaretro di jalan.

Adam mengatakan bahwa dengan kejadian ini, tim langsung bergegas mencari jalan keluar tetapi sebagian dari mereka sudah tidak bisa di hubungi.

Maka pihaknya pun terpaksa melanjutkan perjalanan untuk mengunjungi asuhan pemulung lainnya dengan membawa 50 paket di pimpin Yanto dari Tim Javaretro.

Paket tersebut adalah untuk anak dan orang tua asuh yang berada di penampungan Cipedes (30 paket) dan untuk penyandang disabilitas di SLB daerah Gunung Batu(20 paket) yang dikoordinatori Restu.

"Kami bersama-sama berharap banyak kebaikan dan kejaiban Tuhan di setiap perjalanan baksos yang kami jalani setiap minggu. Untuk kondisi saat ini mari kita sama-sama menyangkal dan mengesampingkan kepentingan pribadi dan lebih baik berbagi saat kita mampu," kata Adam. (*)


Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved