Harga Sayur-mayur di Tingkat Petani Ciamis Hancur, Harga Sekilo Kol Setara Satu Permen
Para petani di sentra sayur mayur Kawasan Agropolitan Sukamantri Ciamis didera kerugian besar.
Penulis: Andri M Dani | Editor: Giri
“Hari ini ada satu mobil kubis dibawa ke Cimaragas, sekitar dua ton. Silakan panen sendiri, bawa sendiri. Sudah ada sekitar 10 ton (kubis) yang dibagi-bagikan secara gratis,” ujar Pipin.
Belum lagi harga lobak dan pecai (sawi) harganya juga rata-rata Rp 300 kilogram. Menurut Pipin, petani sudah tidak bisa berkutik menyusul anjloknya harga berbagai jenis sayur mayur tersebut.
Merosotnya harga berbagai jenis sayur-mayur tersebut, menurut Pipin, terutama akibat rendahnya daya serap pasar akibat dampak Covid-19 yang berkepanjangan.
Sementara hasil panen banyak dan merata di berbagai sentra sayur-mayur.
“Sekarang lagi musim panen di berbagai sentra sayur-mayur. Barang banyak, sementara daya serap pasar rendah. Dampaknya sudah sangat dirasakan, harga jatuh tak kira-kira. Dalam kondisi saat ini sebenarnya petani sangat butuh perhatian dari pemerintah,” katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/cabai-merah-13062020.jpg)