Breaking News:

Aduan kepada Ombudsman RI Jawa Barat Setelah Pengumuman PPDB Tahap II Meningkat, Ini Masalahnya

Ombudsman RI Perwakilan Jawa Barat kembali menerima aduan setelah pengumuman hasil seleksi tahap II.

Tribun Jabar/Cipta Permana
Orang tua peserta didik mengadukan dugaan pelanggaran yang terjadi dalam sistem seleksi zonasi PPDB 2020 di Kantor Ombudsman RI Perwakilan Jawa Barat, Jalan Kebon Waru, Kota Bandung, Senin (29/6/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana  

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ombudsman RI Perwakilan Jawa Barat kembali menerima aduan setelah pengumuman hasil seleksi tahap II, jalur zonasi bagi jenjang pendidikan SMA dan jalur seleksi prestasi nilai akademik rapor bagi SMK, dalam sistem penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2020, Rabu (8/7/2020).

Ketua Satgas PPDB 2020 Ombudsman RI Perwakilan Jawa Barat, Fitry Agustine, mengatakan, terdapat enam tambahan laporan yang disampaikan kepada pihaknya pada kurun waktu 2-9 Juli 2020. 

Sebanyak dua laporan dugaan pelanggaran terkait seleksi di jalur zonasi SMP dan empat laporan di jenjang SMA/SMK.

Spanduk Hitam Berisi Kalimat Memohon Pertolongan Terpasang di Gedung Eks Pusat Perbelanjaan Banceuy

Keempat laporan di jenjang SMA/SMK meliputi satu laporan terkait seleksi di jalur afirmasi dan tiga lainnya di jalur zonasi.

"Untuk laporan tambahan di jenjang SMA/SMK yaitu, dugaan pelanggaran di jalur seleksi zonasi, pihak pelapor telah mencabut aduan laporannya di Ombudsman RI Jawa Barat. Maka total laporan aduan orangtua calon peserta didik yang kami terima mulai tanggal 10 Juni-2 Juli 2020 mencapai 32 laporan. Perinciannya dua laporan di janjang SD, 13 laporan di jenjang SMP, dan 15 laporan di jenjang SMA/SMK," ujar Fitry saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (9/7/2020).

Fitry menuturkan, upaya menindaklanjuti masalah atau laporan aduan yang disampaikan orang tua calon peserta didik, pihaknya langsung berkomunikasi dan berkoordinasi dengan dinas pendidikan kabupaten/kota atau kantor cabang dinas pendidikan masing-masing wilayah, guna menyampaikan keluhan, sekaligus mencari solusi atas permasalahan tersebut.

Selain itu, untuk aduan yang bersifat kasuistik, selain melakukan komunikasi dan koordinasi, pihaknya pun melakukan penelusuran lapangan secara langsung. Hal itu dilakukan guna mendapat kejelasan dari aduan yang disampaikan.

Dirinya mencontohkan, laporan aduan terakhir yang diperolehnya pada Kamis (9/7/2020) sore. Orang tua seorang peserta didik datang menyampaikan aduan karena merasa kebingungan setelah anaknya tidak lolos dalam sistem seleksi afirmasi dan zonasi di jenjang SMA/SMK.

Tante Ernie Pemersatu Bangsa Bagikan Tips Sehat Tapi Tetap Makan Nasi, Lihat Foto-foto Body Goalnya

Terlebih dia merasa berasal dari keluarga ekonomi tidak mampu. Sehingga harapannya, hak anak tersebut untuk tetap bersekolah dapat diakomodasi.

"Harapan dari orang tua siswa ini hanya agar anaknya tetap terfasilitasi dapat bersekolah, dimana pun sekolahnya (negeri/swasta) yang penting bisa tetap bersekolah. Maka untuk kasus tersebut, kami langsung menghubungi pihak Disdik Jabar untuk menindaklanjuti masalah tersebut. Sejauh ini dari sejumlah laporan yang kami terima, 85 persen telah terselesaikan" ujar Fitry.

HEBOH Mayat Berkaus Paskibra SMKN 1 Pangandaran Ditemukan Nelayan di Ciracap Sukabumi, Ini Namanya

Dia berharap, agar para orang tua siswa pun dapat memanfaatkan sarana layanan pengaduan atau help desk yang telah dipersiapkan pemerintah, baik di tingkat satuan pendidikan, kantor dinas pendidikan, dan kantor cabang dinas pendidikan. Sehingga laporan pengaduan dapat segera tertangani lebih cepat.

Sejumlah Petugas Medis di RSUD Kota Tasikmalaya Jalani Karantina, Hasil Tes Swab Baru Keluar Besok

"Seringkali banyak pelapor yang langsung mengadukan masalahnya kepada Ombudsman RI Jawa Barat tanpa pernah sekalipun berkonsultasi dengan sekolah tujuan atau dinas pendidikan terkait alasan anaknya tidak diterima atau gagal dalam seleksi PPDB. Padahal dengan upaya konsultasi atau mencari tahu penyebab anaknya gagal langsung ke sekolah atau dinas pendidikan, justru orang tua akan mendapat jawaban pasti. Sebab, setiap laporan yang kami terima pun pasti bermuara atau disampaikan ke dinas pendidikan kabupaten/kotanya masing-masing," katanya. (*)

Penulis: Cipta Permana
Editor: Giri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved