Lubang Hitam Bertabrakan, Astronom Lihat Cahaya yang Ditimbulkan untuk Pertama Kali
Para astronom melihat kilatan cahaya dari tabrakan dua lubang hitamuntuk pertama kalinya, seperti melansir Science Alert, Jumat (26/6/2020).
"Jika kita bisa mendeteksi lagi cahaya dari penggabungan lubang hitam, maka kita bisa belajar lebih banyak tentang asal-usul lubang hitam," jelas dia.
Tidak hanya LIGO yang mendeteksi gelombang gravitasi dari tabrakan lubang hitam ini.
Virgo, alat sejenis yang dimiliki Italia juga merasakan gangguan dalam ruang dan waktu pada Mei 2019 lalu. Hanya beberapa hari setelah itu, teleskop di Palomar Observatory dekat San Diego mengamati kilatan cahaya terang yang berasal dari tempat yang sama di kosmos.
Lebih dari sebulan, cahaya itu perlahan memudar. Garis waktu dan lokasi sejalan dengan pengamatan yang dilakukan LIGO.
"Lubang hitam supermasif ini berkobar selama bertahun-tahun sebelum ledakan yang mendadak ini," kata Matthew Graham, seorang profesor astronomi di Caltech dan penulis utama studi tersebut.
Para ilmuwan berharap di masa yang akan datang akan ada lebih banyak penemuan seperti ini.
Setelah sebuah observatorium gelombang gravitasi baru bernama Kamioka Gravitational-wave Detector (KAGRA) hadir secara online. Melalui KAGRA ini, para ilmuwan LIGO dan Virgo berharap dapat mempersempit lokasi tabrakan besar dengan akurasi yang tiga kali lebih banyak.
• Resepsi Pernikahan di Gedung di Kota Bandung Sudah Boleh dengan Protokol Kesehatan Ketat
Sebab, menurut mereka, itu akan makin memudahkan teleskop mengonfirmasi tabrakan lubang hitam yang bertanggung jawab atas gelombang gravitasi.
Hingga saat ini, jaringan global telah dapat mendeteksi 100 tabrakan per tahun, kata Vicky Kalogera, seorang astrofisika di Northwestern University dan LIGO kepada Business Insider.
• Terjaring Pungli KTP Elektronik, 2 ASN dan 1 Honorer Disdukcapil Kabupaten Cirebon Jadi Tersangka
Ketika jaringan gelombang-gravitasi global yang berkembang mendeteksi semakin banyak tabrakan dengan peningkatan presisi, para ilmuwan akan dapat mempelajari lebih lanjut tentang sifat dari peristiwa penggabungan besar-besaran suatu lubang hitam. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pertama Kalinya, Astronom Deteksi Cahaya dari Fenomena Tabrakan Lubang Hitam"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/lubang-hitam-supermasif-sagitarius-a-sgr-a-yang-ditemukan-nasa.jpg)