Perang Lodong, Tradisi Menyambut Lebaran yang Tak Punah di Sukabumi Meski saat Pandemi Covid-19

Perang lodong atau bedil lodong, merupakan alat tradisional yang biasa digunakan untuk menyambut kemenangan alias hari raya idul fitri.

Istimewa
Perang lodong atau bedil lodong, merupakan alat tradisional yang biasa digunakan untuk menyambut kemenangan alias hari raya idul fitri. 

Laporan Kontributor Kabupaten Sukabumi M Rizal Jalaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Perang lodong atau bedil lodong, merupakan alat tradisional yang biasa digunakan untuk menyambut kemenangan alias hari raya idul fitri.

Di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, tradisi ini masih dipertahankan, meskipun saat ini sedang merebak wabah virus corona.

Di Kampung Lembur Tengah, Desa Jambenenggang, Kecamatan Kebonpedes, misalnya, meskipun sudah marak penjual petasan.

Warga, Kampung Lembur Tengah tetap mempertahankan tradisi perang lodong.

Sekedar informasi, Lodong merupakan permainan yang terbuat dari batang bambu yang di bentuk seperti meriam.

Potongan bambu dengan panjang kisaran 1 hingga 2 meter itu, dibuat sedemikian rupa dengan diberikan lubang kecil.

Lubang kecil tersebut digunakan sebagai pemantik ledakan lodong, untuk mengeluarkan bunyi ledakan, di dalam lubang tersebut diisi mesiu dari bahan karbit.

Dikenal Miliki Kesan Tegas dan Serius, Ini Jahilnya Prabowo Subianto Tertawa Prank Staf yang Tidur

Salah seorang warga, Erik mengatakan, lebih dari 20 lodong dibuat warga untuk memeriahkan malam takbiran di kampungnya.

"Iya, ini warga buat untuk meriahkan malam takbiran," ujar Erik kepada Tribunjabar.id melalui pesan singkat, Sabtu (23/5/2020).

Rapid Tes Massal di Pasar Warung Doyong Ciamis, Seorang Pengunjung Kabur, Pura-pura ke WC

Penulis: M RIZAL JALALUDIN
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved