Kembangkan Blockchain, Pedagang Aset Kripto ini Ekspansi Pasar Nasional

Tokocrypto pedagang aset kripto pertama yang teregulasi dan terdepan di Indonesia resmi mengumumkan keberhasilannya mendapatkan investasi dari Binance

masterinvestor.co.uk
Ilustrasi Bitcoin 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Fatimah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Tokocrypto, pedagang aset kripto pertama yang teregulasi dan terdepan di Indonesia, resmi mengumumkan keberhasilannya mendapatkan investasi dari Binance, yakni perusahaan blockchain global dibalik pedagang aset kripto terbesar di dunia dari sisi volume transaksi dan pengguna. Bukan hanya itu, Tokocrypto juga terus memperluas pasar nasional.

"Investasi ini akan digunakan untuk mempercepat pengembangan bisnis Tokocrypto , termasuk dalam hal produk dan layanan baru, pengembangan teknologi, menghadirkan inisiatif-inisiatif baru dalam hal edukasi blockchain di Indonesia, serta ekspansi secara nasional, seperti Surabaya, Bali, Medan, Makassar, Balikpapan, dan lainnya," kata Pang Xue Kai, Co-Founder dan CEO Tokocrypto dalam keterangan resmi yang diterima Tribunjabar.id, Jumat (15/5/2020).

Ia mengatakan, investasi di Tokocrypto ini menjadi penegasan akan kepercayaan dari pemimpin pasar aset kripto secara global terhadap potensi blockchain ekosistem di Indonesia yang sangat menjanjikan.

Cegah Penularan Covid-19, Warga Diimbau Gunakan Transaksi Nontunai, Kini Ada yang Berbasis Syariah

Investasi dari Binance ini akan digunakan untuk menghadirkan dan meningkatkan layanan terbaik dari Tokocrypto di pasar Indonesia, serta mempercepat visi dalam menghadirkan ekosistem keuangan terbuka melalui teknologi blockchain.

"Karena sejak berdiri beberapa tahun lalu, kami ingin mendorong adopsi dan aksesibilitas berkelanjutan dari aset kripto di Indonesia melalui transaksi perdagangan dan layanannya," katanya.

Pada awal berdirinya, kata Pang Xue Kai, Tokocrypto juga berhasil mendapat pendanaan putaran awal, dimana pada putaran ini, salah satu pemberi dana adalah QCP Capital, perusahaan perdagangan aset digital dan investasi yang berbasis di Singapura.

Tim ini mencapai tonggak sejarah penting pada tahun 2019 ketika Tokocrypto menjadi pedagang aset kripto pertama yang terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI).

Sementara itu, Changpeng Zhao (CZ), Pendiri dan CEO Binance, mengatakan, dengan adopsi teknologi yang cepat, pertumbuhan ekonomi yang kuat, serta populasi terbesar keempat di dunia, Indonesia akan menjadi salah satu pusat terkemuka dari ekosistem blockchain di Asia Tenggara.

"Investasi kami di Tokocrypto memungkinkan kami untuk mengeksplorasi bersama peluang baru yang menarik untuk pasar Indonesia bersama mitra lokal yang telah teregulasi untuk menghadirkan kebebasan dalam hal keuangan, " katanya.

Tokocrypto sendiri juga didukung oleh dewan penasihat yang sangat berpengalaman dalam dunia aset kripto, termasuk Joshua Ho dan Darius Sit dari QCP Capital, serta Shaun Djie dari Digix, yang telah menjadi penasihat tim sejak 2018.

“Tokocrypto juga akan tetap mengembangkan berbagai inisiatif baru, termasuk melanjutkan kerjasama dan kolaborasi dengan para pemangku kebijakan di Indonesia seperti BAPPEBTI dan PPATK, serta menjalin kerjasama strategis dengan para pelaku industri lainnya”, kata Teguh Kurniawan Harmanda, COO Tokocrypto. (siti fatimah)


Penulis: Siti Fatimah
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved