Minggu, 10 Mei 2026

Waspada, Ternyata Perokok Lebih Mudah Terjangkit Virus Corona

Perokok harus waspada karena ternyata perokok aktif lebih rentan terinfeksi virus corona.

Tayang:
Editor: Theofilus Richard
doktersehat
Ilustrasi merokok 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Perokok harus waspada karena ternyata perokok aktif lebih rentan terinfeksi virus corona.

Hal itu disampaikan Ketua Pokja Masalah Rokok Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, Feni Fitriani, di Kantor IDI, Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2020)

"Dengan fenomena ini orang yang masih berani-berani merokok akan lebih waspada. Akan lebih punya motivasi dari sisi takut kena covid-19, lalu berhenti merokok," kata Feni.

Feni juga membantah anggapan merokok akan membuat Covid-19 mati karena dihangatkan.

Menurut dia, merokok justru meningkatkan resiko terkena Covid-19.

"Tanpa Covid saja orang yang merokok itu sudah mengalami kerentanan di saluran nafas," ujarnya.

Penanganan Virus Corona, Mulai Besok Sekolah di Kota Bandung Diliburkan, Ini Imbauan Lengkap

"Kalau teman-teman masih ingat itu 80 sampai 90 persen orang yang kena kanker paru itu adalah perokok," sambungnya.

Sebelumnya, Feni mengatakan orang yang merokok akan lebih mudah terjangkit Covid-19.

Rokok yang dimaksud Feni adalah rokok konvensional maupun rokok elektrik.

"Bahwa pada orang yang merokok itu memang meningkatkan reseptor ACE2 itu kan tempat yang juga diduduki oleh si virus, sehingga kalau orang merokok reseptor atau tempat duduknya lebih banyak. Jadi virusnya rame-rame bisa datang," ujarnya.

Di tempat yang sama, Kepala Lembaga Biologi dan Pendidikan Tinggi Eijkman Kementerian Riset dan Teknologi Amin Soebandrio juga mengatakan hal senada dengan Feni.

Menurut Amin, orang yang merokok akan lebih mudah terserang Covid-19.

Setelah Pengumuman Lockdown, Istri PM Spanyol Dinyatakan Positif Terinfeksi Virus Corona

"Merokok dapat mengubah sel paru menjadi lebih rentan terhadap infeksi corona melalui peningkatan ACE2 di sel tubuh," kata Amin.

Ia kemudian mengungkapkan data dari sebuah jurnal berjudul "Epidemiological and clinical features of the 2019 novel coronavirus outbreak in China".

Dalam jurnal tersebut disebutkan keparahan coronavirus pada laki-laki di China lebih tinggi dibandingkan perempuan.

Sumber: Kompas
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved