Longsor di Bandung Barat

Detik-detik Longsor di Hegarmanah KBB, Warga Dengar Suara Gemuruh Saat Malam

Cepi yang juga saksi mata dalam kejadian tersebut mengatakan, tanda-tanda longsor itu terjadi sudah terlihat pada pukul 21.00 WIB.

Detik-detik Longsor di Hegarmanah KBB, Warga Dengar Suara Gemuruh Saat Malam
Istimewa
Petugas BPBD KBB saat menunjukan lokasi longsor Kampung Cihaniwung RT 02/04, Desa Hegarmanah, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Selasa (11/2/2020) malam. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, NGAMPRAH - Cepi Sopian (42) warga Kampung Hegarmanah RT 3/4, Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) menceritakan kengerian detik-detik terjadinya longsor dari samping Tol Purbaleunyi, Selasa, (11/2/2020) malam.

Cepi yang juga saksi mata dalam kejadian tersebut mengatakan, tanda-tanda longsor itu terjadi sudah terlihat pada pukul 21.00 WIB. 

Lalu, 15 menit kemudian tanah dari atas mulai begerak dan terdengar suara gemuruh.

Saat gumpalan tanah perlahan bergerak dari atas, warga berteriak histeris dan berhamburan untuk menyelamatkan diri, sehingga tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

"Tanah dari atas itu bergerak ke bawah jaraknya sekitar 1 kilometer, saya juga kebetulan lagi ada di sini lagi mancing dengan teman saya berjumlah 8 orang," ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian.

Update 94 Kasus Kematian Baru Akibat Virus Corona, Total Jumlah Korban Mencapai 1.110 Orang

Setelah itu, dia juga langsung menyelamatkan diri dan melaporkan kejadian tersebut ke pihak RW agar segera diinformasikan ke semua warga melalui toa di dalam musala bahwa telah terjadi longsor.

Material longsor yang berbentuk lumpur itu, kata dia, bergerak dari atas, sekitar 30 menit dan akhirnya menerjang rumah milik warga hingga banyak rumah yang mengalami kerusakan yang cukup parah.

"Dari area persawahan ini, memang di sampingnya banyak rumah-rumah warga, akibatnya banyak rumah warga yang terdampak dan ada yang ambruk total," kata Cepi.

Ia mengatakan, sebelum diterjang longsor, kondisi area persawahan itu terasering. Namun kali ini sawah-sawah itu sudah tidak terlihat karena tertimbun lumpur yang cukup tebal.

"Sekarang kondisinya sudah rata, tidak ada lagi terasering setelah tertumbun longsor dan petani pasti mengalami gagal panen," katanya.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB, sebanyak 10 rumah tertimbun, dua di antaranya rata dengan tanah dan 8 rumah rusak. Sedangkan 80 rumah lainnya terancam.

Longsor di Hegarmanah KBB, 10 Rumah Tertimbun, 80 Rumah Lainnya Terancam Terdampak Longsor

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved