Virus Corona Ancam Bandung

Wawancara Khusus Dr Dirga soal Virus Corona, Cara Bedakan dengan Flu dan Mengapa Diawali di Wuhan

Kabar terakhir menyebut kalau sudah 41 orang yang tewas karena virus Corona, di China saja.

Wawancara Khusus Dr Dirga soal Virus Corona, Cara Bedakan dengan Flu dan Mengapa Diawali di Wuhan
http://www.b2p2vrp.litbang.kemkes.go.id/
2019-novel Coronavirus (2019-nCoV). 

Tapi yang perlu diingat, dari semua yang kena virus corona yang sudah positif, itu kita tahu yang meninggal yang fatal itu hanya mereka yang berusia lebih dari 60 tahun.

Artinya orang tua, atau sebelumnya pasien ini sudah punya kronis yang lain.

Misalkan sakit diabetes, sakit jantung. Jadi hanya ada satu korban yang usianya relatif muda.

Artinya semua orang bisa tertular, tapi sampai dengan fatal meninggal itu usia kelompok tertentu.

Artinya risiko terparah dari virus corona itu sampai meninggal?
Virus ini sama seperti corona virus yang lainnya, menyebabkan radang paru-paru (Pneumonia). Radang paru ini spektrumnya luas sekali.

Dari yang ringan pasiennya masih stabil hingga yang berat sampai pakai ventilator hingga meninggal. Jadi memang, penyakitnya bisa sampai meninggal.

Sejauh ini ada penelitian untuk menciptakan antivirus corona?
Kalau kita bicara pencegahan pada penyakit apapun vaksin menjadi pencegahan yang paling efektif.

Tapi sampai saat ini, vaksin untuk mencegah coronavirus Wuhan itu belum ada karena ini virusnya sangat baru.

Sekarang sudah ada upaya dari beberapa peneliti di China dan Amerika untuk mengembangkan vaksin yang baru ini.

Tapi secepat-cepatnya tersedia itu paling cepat satu tahun karena buat vaksin itu susah.

Kedua, mengenai pengobatan, sampai sekarang pengobatan yang spesifik (antivirus) yang bisa langsung membunuh Wuhan corona Virus ini belum ada.

Jadi kalau ada pasien yang positif itu pengobatannya suportif, kasih infus, diatasi demamnya. Pakai alat bantu nafas, tetapi belum ada pengobatan yang spesifik juga.

Bagaimana langkah pencegahan untuk menghentikan penyebaran virus corona ini?
Upaya pencegahan yang bisa kita lakukan ialah bisa menerapkan pola hidup sehat secara umum.

Tujuannya supaya bisa meningkatkan daya tahan tubuh. Makan, istirahat, semuanya harus cukup.

Kedua, cuci tangan dengan sabun minimal 20 detik karena kita sering tidak sadar tangan kotor, tapi memegang hidung dan mulut itu mempermudah masuknya kuman apapun.

Ketiga, hindari orang yang sakit. Keempat, pakai masker di tempat-tempat keramaian, di tempat publik atau di tempat-tempat yang ada orang sakitnya kita harus pakai masker.

Terakhir, jangan bepergian dulu ke tempat yang berisiko tinggi. Tapi perlu dicatat, corona Virus ini kan belum terbukti ada di Indonesiajadi kita tidak terlalu panik.

Bagaimana cara membedakan virus corona dari flu biasa?
Jadi gejalanya itu disebut seperti flu like syndrom.

Pada tahap awal itu memang tidak bisa dibedakan antara corona virus dan batuk pilek biasa, influenza.

Pertama, demam, bisa tinggi atau bisa juga tidak begitu tinggi.

Yang kedua ada batuk, pilek, meler dan sebagainya. Itu tidak bisa dibedakan pada tahap awal.

Makanya pada tahap awal kalau kita liat prosesnya di bandara itu ada penumpang dari daerah yang berisiko tinggi itu kan dideteksi dengan thermal scanner.

Jadi semua penumpang yang demam dari daerah yang berisiko tinggi itu pasti akan dipisahkan dulu dan akan dievaluasi lebih lanjut.

Pada tahap ini kita tidak tahu orang ini demamnya karena apa, bisa corona atau bukan.

Kalau sudah begitu, ini yang namanya sebagai suspect. Jadi pasien demam baru pulang dari China nanti baru diperiksa lebih lanjut apakah ini demamnya karena corona atau bukan. (*)

Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved