Jangan Panik Dulu! Lebih Baik Pantau Penyebaran Kasus Virus Corona Lewat Peta Online Ter-update Ini
Penyebaran virus corona dari Wuhan, China ke sejumlah daerah membuat masyarakat panik.
Lalu, sudah ada 39 orang yang kondisinya membaik.
Perlu diketahui, dikutip TribunJabar.id dari TribunJogja.com, saat ini vaksin dari virus corona ini memang masih dikembangkan.
Obat-obatan yang aman untuk dikonsumsi orang yang terinfeksi memang sudah tersedia.
Kendati demikian, kata ketua tim yang mengurusi virus baru, Zhong Nanshan, keefektifan obat itu masih perlu diteliti lebih lanjut.
Zhong adalah penemu virus SARS pada 2003. Ia merupakan seorang pulmonologis atau ahli paru-paru dari China.
Menurutnya, karantina adalah salah satu metode efektif untuk mengurangi persebaran Virus Corona. Sebab, pada 2003 lalu, virus Sars tidak memberikan detail yang pasti, khususnya saat pendeteksian awal.
“Jika pasien yang terkena Virus Corona itu dikarantina tepat waktu, maka jumlah pasien pada tahap akhir akan terus berkurang,” paparnya sebagaimana dikutip dari Guangzhou Daily.
• Berpotensi Tersebar Virus Corona Dinkes Jabar Waspada, Ini 5 Langkah Antisipasi yang Perlu Dilakukan
Berdasarkan informasi dari World of Buzz, muncul analisis yang menduga kuat virus corona itu berasal dari ular, kelelawar, bahkan tikus.
Adapun hewan-hewan itu mudah didapatkan di pasar ikan dan daging di Wuhan.
Karena itu, diduga kuat virus corona baru muncul dari pasar tersebut.
Orang yang pertama kali terinfeksi virus corona itu pertama kali dketahui pada akhir 2019.
Klik link atau tautan di bawah untuk melihat peta sebaran virus corona:
https://gisanddata.maps.arcgis.com/apps/opsdashboard/index.html#/bda7594740fd40299423467b48e9ecf6
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/coronavirus-virus-corona.jpg)