Kasus Stunting Ditemukan di Wilayah Garut Kota

Kasus stunting atau gagal tumbuh di Kabupaten Garut tak hanya ditemukan di wilayah pelosok.

Tribun Jabar/Firman Wijaksana
Ketua DPC PDIP Garut, Yuda Puja Turnawan (kiri) berbincang dengan sejumlah ibu yang mengikuti pengobatan gratis saat peringatan Hari Ibu di Gedung PKL 2, Kelurahan Ciwalen, Kecamatan Garut Kota, Minggu (22/12/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Kasus stunting atau gagal tumbuh di Kabupaten Garut tak hanya ditemukan di wilayah pelosok.

Data terbaru, temuan stunting juga ditemukan di Kecamatan Garut Kota.

Temuan stunting itu diketahui saat DPC PDIP Garut melakukan bakti sosial dan pengobatan gratis saat peringatan Hari Ibu di Kelurahan Ciwalen, Kecamatan Garut Kota.

Sebanyak 145 balita di Ciwalen menderita stunting.

"Stunting di Garut memang cukup tinggi di Jawa Barat. Tapi temuan di wilayah perkotaan cukup mengagetkan juga," ujar Ketua DPC PDIP Garut yang juga anggota Komisi IV DPRD Garut, Yuda Puja Turnawan, di Gedung PKL 2, Minggu (22/12/2019).

Mengungsi ke Rumah Kos yang Belum Selesai Dibangun, Korban Kebakaran Astana Anyar Berharap Bantuan

Data tersebut didapat pihaknya dari Dinas Kesehatan Garut serta Puskesmas Ciwalen.

Angka tersebut dinilainya terbilang tinggi karena mencapai 22 persen dari total balita yang ada di daerah tersebut.

"Kalau dibiarkan terus tanpa ada penanganan, tentu akan menimbulkan permasalahan yang serius. Apalagi persoalan stunting di Garut sudah tinggi," katanya.

Masalah stunting, lanjutnya, jadi fokus pemerintah. DPRD dan Pemkab Garut sudah sepaham untuk penanganan stunting dengan menyiapkan anggaran sebesar Rp 1 miliar.

Halaman
12
Penulis: Firman Wijaksana
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved